Subhanallah atau Masya Allah, Kadang Suka Terbalik!?

31 Komentar

Masya Allah

Subhanallah atau Masya Allah

Ungkapan Subhaanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, dan dengan ucapan itu kita menetapkan bahwa Allah Maha Suci dari semua keburukan tersebut. Lagi

Download Audio: Prahara Cinta (Ustadz Abu Umar Basyier ) (Malang, 21 Mei 2011)

1 Komentar

“…Boleh jadi kami tidak mencintai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagimu…” (QS. Al-Baqarah : 216)

“Dunia ini tempat persinggahan, bukan tempat tinggal abadi. Manusia di dalamnya ada 2 golongan; pertama, orang yang menjual dirinya (kepada hawa nafsu) dan menjadi hancur karenanya, dan kedua, manusia yang membeli dirinya dan mampu membebaskannya.” – Ali bin Abu Thalib – Lagi

Da’i Artis atau Artis Da’i ?

Tinggalkan komentar

Oleh: Ustadz Abu Umar Basyir

Sebenarnya, kita tidak punya dalil secuil pun untuk mengatakan bahwa seorang artis tak boleh menjadi da’i. Justru setiap muslim dan muslimah, siapa pun dia, wajib meleburkan diri dalam tugas dakwah. Setiap kita wajib mengajak ke jalan Allah, biarpun ia seorang artis. Namun persoalannya, layakkah seseorang berdakwah, dan ia tetap memilih untuk menjadi artis? Memang, akan tergantung pada definisi apa yang disebut sebagai artis. Tapi mengacu pada komentar seorang produser film tanah air saat menyanggah pandangan AA Gym, yang menentang (mengkhawatirkan) kemunculan film Buruan Cium Gue, “Kalau dasar ajaran agama yang dijadikan pegangan, sebenarnya di Indonesia ini tidak ada filem yang halal…” maka mudah pula kita memahami apa arti artis, dalam pengertian yang umum dalam budaya masyarakat moderen kita. Lagi

Adopsi Anak atau Poligami Saja ?

2 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Umar Basyir

Apa yang paling dinantikan seorang pelajar yang giat belajar di sekolah? Lulus dengan predikat terbaik. Meski terkadang banyak orang tak tahu cara merumuskan keinginannya itu, dan cara menggapainya di alam nyata. Tapi setiap murid, ingin menjadi yang terbaik. Apa pula yang diharapkan oleh pasutri kala pertama kali menjalani hidup berumah tangga? Tentu saja kehadiran anak sebagai realisasi dari ‘cinta kasih’ putih yang mereka jalin selama ini.

Tapi, betapa tidak sedikit orang yang berharap, dan kenyataan berwujud di luar harapannya. Bertahun-tahun menikah, tak juga dikaruniai anak. Bagaimana Solusinya? Lagi

Dihantui Zodiak (Ramalan Bintang)

1 Komentar

Oleh: Al-Ustadz Abu Umar Basyier

https://i0.wp.com/abuumar.com/wp-content/uploads/2009/12/constell.jpgPertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya seorang akhwat umur 25 th. Saya merasa depresi dan merasa aneh pada diri saya. Mungkin karena saya mempunyai kepercayaan terhadap sesuatu yang saya sendiri tahu bahwa itu tidak baik. Hal itu berlangsung dari sebelum ngaji. Semua itu terkait kebiasaan saya percaya pada ramalan, baik tentang kesehatan atau hari baik dll. Saya percaya bahwa zodiak A rocok dengan pasangan rodiak B atau C (misalnya), dan entah kenapa hal ini semakin lama semakin terbukti kebenarannya. sehingga akhirnya saya tersugesti. tiap pilih teman atau pasangan/jodoh saya terfokus pada zodiaknya (jika tidak cocok zodiaknya maka akan acla perasaan enggan & tidak bersemangat dengannya). kepercayaan semacam ini sahgat menyiksa saya, terutama saat pemilihan jodoh. Setelah saya ngaji saya sadar bahwa itu tidak baik, apalagi setelah baca buku Tauhid yang melarang percaya pada peramal. Lagi

Selalu Ada Hikmah, Di Balik Percekcokan Rumah Tangga

7 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Umar Basyier

https://i0.wp.com/th04.deviantart.net/fs70/300W/f/2010/046/f/a/fa3a5c7e21ec49972927ed5ccc889402.jpgHikmah ‘Huru-Hara’ Rumah Tangga

Bagi kaum beriman, pernikahan memiliki nilai multikompleks. Nuansa iman dan pengabdian menjadi motivator tersendiri yang melahirkan berbagai target dan tujuan mulia dalam mengarungi hidup berumah tangga. Salah satu tujuan pernikahan dalam Islam yang memiliki nilai ‘greget’ paling dominan adalah mencari kebahagiaan.

Kenikmatan Di Balik Prahara

Mencari kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga tak ubahnya mencari ‘benda kesayangan’ yang lenyap di rerimbunan hutan belukar, atau menuntaskan dahaga dengan meneguk air embun yang dikumpulkan dari dedaunan di kebun yang luas membentang.  Sesuatu yang harus, tapi tidak bisa diperoleh dengan bersantai-santai, tidak bisa dicapai usaha yang dilakukan setengah-setengah. Namun di situlah letak seni kebahagiaan dalam rumah tangga, bahkan dalam persepsi umum,  juga kebahagiaan dalam segala hal. Lagi

Mengenal Sururiyah…!!!

3 Komentar

Al-Ustadz Abu Umar Basyier Al-Maidani

Di saat gencar-gencarnya dakwah Ahlussunnah berkembang di negeri kita ini, sebagai kelanjutan dari pelbagai usaha dakwah yang telah ditempuh oleh bahkan kalangan juru dakwah semenjak dahulu, muncullah sebuah delema unik: Sururiyyah. Keunikan itu bukan dari fenomena

Sururiyyah, yang juga telah banyak dijelaskan oleh para ulama Ahlussunnah di berbagai negeri Islam, tapi justru pada penempatan kata tersebut dan penyematannya pada pribadi atau golongan tertentu yang terkesan ‘ngawur’ dan tidak didasari oleh unsur keikhlasan, tanpa bimbingan para ulama secara cermat, sehingga jadilah fenomena ini sebagai dilema unik, yang dijamin, di Indonesialah keunikan itu terlihat paling kelihatan!

Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: