Download Audio: Polemik Perayaan Maulid Nabi (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi)(Penting!!!)

Tinggalkan komentar

Bila bulan Rabi’ul Awal tiba. mayoritas kaum muslimin seakan tak sanggup melupakan sebuah acara rutin tahunan hasil warisan nenek moyang, yaitu perayaan maulid Nabi. Sebuah perayaan yang sudah mendarah daging dan mengakar di hati mayoritas masyarakat di belahan dunia, tak ketinggalan negeri kita, Indonesia. Tak hanya sampai di situ, perayaan ini juga diminati dan didukung oleh gerakan-gerakan dakwah Islamiyah. Seorang tokoh lainnya mengatakan bahwa salah satu inti dasar harakah Islamiyah adalah menghidupkan perayaan perayaan Islamiyah dan mengingatkan manusia dengannya.

Masalah perayaan maulid Nabi merupakan polemik besar di kalangan kaum muslimin. Kitapun tidak boleh gegabah dalam menghukumi acara ritual yang semarak seperti ini. Namun yang perlu dicatat bagi setiap muslim yang menghendaki kebenaran adalah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai hakim dalam setiap perselisihan. Lagi

Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam

9 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf  as-Sidawi

Sesungguhnya kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke dunia ini merupakan nikmat yang sangat agung. Bagaimana tidak, dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berarti lahirlah seorang nabi yang penuh kasih dan berjasa besar dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan masa jahiliah menuju Islam yang keindahan cahayanya dapat kita rasakan hingga detik ini.

“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran : 164).

Oleh karena itu, umat ini hendaknya banyak bersyukur kepada Allah azza wa jalla atas kelahiran nabi yang mulia tersebut. Namun demikian bukan berarti kita berlebihan dalam memperlakukan hari kelahirannya tersebut, atau membuat dongeng-dongeng serta keyakinan-keyakinan yang tidak berdasar, dan juga membuat ritual-ritual ibadah yang tidak ada bimbingan agama, karena hal itu bukanlah termasuk ungkapan syukur yang dimaksud dalam agama. “Berbagai keyakinan yang berlebihan mewarnai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian berkeyakinan bahwa malam kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah malam yang paling utama, bahkan lebih utama dari malam lailatul qadr![1] Lagi

Keajaiban Hadits Lalat

1 Komentar

Keajaiban Hadits Lalat [1]
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy

Fenomena pengingkaran terhadap sunnah semakian menggeliat di masa kini. Berbagai media telah berjasa besar untuk propaganda tersebut. Semakin banyak kader-kader yang disiapkan untuk menyerang hadits Nabi. Mereka menempuh beberapa jalur untuk menuju ke terminalnya, sekalipun berbeda jalannya namun tujuan tetap sama.

Imam asy-Syathibi menjelaskan metode ahli bid’ah tersebut dengan ucapannya:

“Mereka menolak hadits-hadits yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan dan madzhabnya. Mereka menuduhnya tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh dalil. Karenanya, mereka mengingkari adanya siksa kubur, jembatan, timbangan, melihat Allah di akherat. Demikian pula hadits lalat yang menerangkan bahwa salah satu sayapnya terdapat penyakit dan dalam sayap lainnya terdapat obat penawarnya dan lalat ini mendahulukan sayap yang mengandung penyakit, dan hadits-hadits lainnya yang shahih dan diriwayatkan dengan benar.

Terkadang mereka mengkritik para sahabat, tabi’in dan para pakar hadits yang telah disepakati tentang keadilan dan keahliannya dalam meriwayatkan hadits. Dan ini hanya sekedar alasan untuk menentang orang-orang yang dianggap bertentangan dengan madzhab mereka. Dan dalam kesempatan lain, mereka menolak fatwa para ulama ini dan mencomoohkannya di hadapan masyarkat awam agar mereka tidak mengikuti sunnah dan menjauhi para pembela sunnah”.[2]

Nah, diantara hadits yang kena getahnya adalah hadits lalat, dimana oleh sebagian kalangan hadits ini diklaim sebagai hadits yang palsu, tidak sesuai dengan rasio, hanya diriwayatkan oleh orang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Benarkah suara-suara sumbang tersebut?! Atauah hanya sekedar ucapan yang terlontar tiada kendali?! Pembahasan berikut akan mencoba memberikan jawabannya. Lagi

Newer Entries

%d blogger menyukai ini: