Download Audio: Manhaj Pencari Ilmu (Ustadz Abu Izzi Masmu’in) (Solo, 29 Mei 2011)

1 Komentar

Menuntut ilmu syar’i menjadi kewajiban setiap muslim, yakni ilmu yang apabila seseorang tersebut tidak mengetahuinya dapat terjatuh dalam pelanggaran aturan Allah, apakah berupa melakukan keharaman yang seharusnya dia tinggalkan atau berupa meninggalkan kewajiban yang seharusnya dia laksanakan, yakni ilmu tentang tauhid, aqidah, shalat, wudhu, puasa dan lain sebagainya.

Ibnu Uqail rahimahullah berkata, “Sesungguhnya tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sedikit dari waktuku tanpa faedah, hingga bila lisanku berhenti dari belajar menghafal dan berdiskusi, mata aku berhenti dari membaca buku, maka aku menggunakan pikiranku ketika istirahat. Aku tidaklah bangun kecuali sudah terlintas dalam benakku apa yang akan aku tulis. Aku merasakan semangat belajar ilmu ketika berusia delapan puluh tahun melebihi semangat yang aku rasakan ketika berusia dua puluh tahun.” Lagi

Download Audio: Jalan Surga Yang Terlalaikan Diakhir Zaman (Ustadz Abu Izzi)(Bagus!!!)

1 Komentar

Berikut kami sampaikan rekaman kajian tematis dengan judul Jalan Surga yang Terlalaikan di Akhir Zaman, pemateri adalah Ustadz Abu Izzi. Kajian ini diselenggarakan oleh Majelis Taklim Al-Atsary Purworejo di Masjid Al-Hidayah, Perumahan Mranti, Purworejo, Jawa Tengah.

Selamat menyimak. Lagi

Download Audio: Dauroh Semarang 27-28 Nov 2010 (Tiga Asatidz, 10 File Kajian)

Tinggalkan komentar

Kemuliaan Pembawa Hadits Rasulullah Shallallahu’alahi wa Sallam
Ustadz Abdullah Taslim MA

عن زيد بن ثابت قال: سمعتُ رسولَ الله يقول: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).

Dari Zaid bin Tsabit dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” (Hadits yang shahih dan mutawatir).

Takhrij hadits dan derajatnya

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Abu Dawud (no. 3660), at-Tirmidzi (no. 2656), Ibnu Majah (no. 230), ad-Darimi (no. 229), Ahmad (5/183), Ibnu Hibban (no. 680), ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 4890), dan imam-imam lainnya.

Hadits ini adalah hadits yang shahih dan mutawatir, karena diriwayatkan oleh lebih dari dua puluh orang sahabat dari Rasulullah , dan diriwayatkan dari berbagai jalur yang banyak sekali[Lihat kitab “dirasatu hadits: nadhdharallahu imraan sami’a maqaalati…” (3/315- kutubu wa rasa-il syaikh Abdul Muhsin al-’Abbad) Lagi

%d blogger menyukai ini: