Mencium Mushaf Al-Qur’an, Bagaimana Hukumnya?

5 Komentar

Apa hukumnya mencium mushaf Al Qur’an yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin?

Jawaban:
(Dijawab oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah)

Kami yakin perbuatan seperti ini masuk dalam keumuman hadits-hadits tentang bid’ah. Di antaranya hadits yang sangat terkenal:

“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara (ibadah) yang diada-adakan, sebab semua ibadah yang diada-adakan (yang tidak ada contohnya dari Rasul) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.” Lagi

Kisah Lucu Dari Syaikh Al-Albani | Sedikit Cerita Unik Tentang Syaikh Al-Albani [4]

2 Komentar

~Kisah Lucu Dari Syaikh Al-Albani~

Di masa lalu, ada seorang yang dianggap mufti (ahli fatwa) oleh manusia. Dia berhalangan karena hendak safar, maka anaknya diminta menggantikan posisinya selama dia safar. Bapaknya sadar bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang ilmu syariat atau yang berkaitan majlis fatwa. Sadar dengan hal itu, Si Anak berkata : “Wahai Bapakku! Bagaimana aku menggantikan posisimu, aku kan tidak tahu apa-apa!?

Bapaknya menjawab : ”Saya akan beri satu petunjuk yang membuat engkau selamat sampai aku kembali”.

Si Anak menimpali “Apa itu?”. Lagi

Fatwa Seseorang Yang Belum Merasakan Enaknya Terkena Denda | Sedikit Cerita Unik Tentang Syaikh Al-Albani [3]

5 Komentar

Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Abani ~rahimahullah~. Syaikh al-Abani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihatnya, maka pemuda itupun menegur:” Wahai Syaikh, ini namanya ‘ngebut’ dan hukumnya tidak boleh. “ Syaikh ibnu Baz mengatakan bahwa hal ini termasuk menjerumuskan diri dalam kebinasaan.”

Mendengarnya, Syaikh al-Albani ~rahimahullah~ tertawa lalu berkata: ” Ini adalah fatwa seseorang yang tidak merasakan nikmatnya mengemudi mobil!!.” Pemuda itu berkata: “ Syaikh, akan saya laporkan hal ini kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz.”

Jawab Syaikh al-Abani,” Silahkan, laporkan saja.” Lagi

Syaikh Bersorban Naik Sepeda | Sedikit Cerita Unik Tentang Syaikh Al-Albani [2]

1 Komentar

~ Syaikh Bersorban Naik Sepeda ~

Syaikh al-Albani ~rahimahullah~ bercerita:

“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka.

Kemudian aku membeli sebuah sepeda, sementara itu baru pertama kali penduduk kota Damaskus menyaksikan pemandangan langka seperti ini, yakni seorang Syaikh bersorban naik sepeda. Wajar saja mereka langsung heran dengan pemandangan ini.

Dan pada waktu itu juga ada sebuah majalah yang bernama al-Mudhhik al-Mubkî (lucu yang membuat nangis), yang diterbitkan oleh seorang nasrani. Ternyata dia memasukkan pengalaman ini di majalahnya. Tetapi aku tidak peduli dengan hal remah seperti ini, karena yang paling penting bagiku adalah waktu. “

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 47, hal.51) Lagi

Kisah Apik Dari Mobil Yang Terbalik | Sedikit Cerita Unik Tentang Syaikh Al-Albani [1]

1 Komentar

~ Kisah Apik Dari Mobil Yang Terbalik ~

Syaikh Ali Khasysyan (beliau adalah salah satu murid Syaikh al-Albani ~rahimahullah~ yang berasal dari Syiria dan sekarang berdomisili di Arab Saudi) bercerita dalam sebuah artikelnya yang berjudul Nâshir al-Hadîts wa Mujaddid as-Sunnah, ‘Âsya wahîd al-’Ashr wa Ashbaha Faqîd al’Ashr, yang pernah dimuat pada majalah asy-Syaqō`iq, di dalamnya ia bercerita tentang Syaikh Nashiruddin al-Albani -rahimahullah-. Ia berkata:

“Demi Allah, seingatku tidak pernah kedua mataku melihat seorang yang lebih antusias dalam berpegang teguh dengan as-sunnah, lebih semangat dalam menyebarkannya dan lebih mengikutinya daripada Syaikh al-Albani ~rahimahullah~. Lagi

Mengapa Memilih Syaikh Al-Albani?

7 Komentar

Syaikh Muhammad ‘Ied Abbaasi

A. Mengapa Kami lebih memilih menimba ilmu dari syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albaany daripada lainnya?

Perkataan Syaikh Muhammad ‘Ied Abbaasi

Mungkin ada yang berkata: Kalian hanya terpaku pada Syaikh Al Albaani semata, kalian tidak menimba ilmu dari ulama lainnya dan tidak mempercayai yang lainnya. Padahal masih banyak ulama lain. Bukankah itu menunjukkan sikap fanatik kalian terhadapnya?

Jawaban terhadap pertanyaan ini:

Banyak sekali alasan mengapa kami lebih memilih menimba ilmu dari Syaikh Al Albaani dan mendalami ilmu agama dari beliau. Alasan yang paling kuat adalah: Kami yakin seorang muslim muqallid muttabi’ harus mengambil ajaran agama dari seorang alim mujtahid. Ia tidak boleh taklid kepada muqallid seperti dirinya. Al Buuthi mengakui sendiri hal ini dalam kitabnya berjudul Laa Mazhabiyah halaman 56, seperti yang ia nukil dari perkataan Ibnu Qayyim al jauziyyah: Lagi

Syaikh al-Albani Di Usia 84 tahun

Tinggalkan komentar

Dalam Kitab Shahih Mawarid Adz Dzam’an ila Zawaid Ibn HIbban (2087) dalam pembahasan hadist Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dimana disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam berkata:

أعمار أمتي ما بين الستين إلى السبيعين ، وأقلهم من يجوز ذلك

“Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun,kecuali sedikit dari mereka yang usianya lebih dari itu”.

Ibn Arafah mengomentar hadist ini dengan berkata : ” Saya termasuk yang sedikit tersebut ”. Syaikh Albani turut berkomentar atas ucapan ini dengan menuliskan dalam tahqiqnya, sebagai berikut: Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: