Download Audio: Jurus Jitu Mencetak Anak Menjadi Shaleh dan Shalehah (Ustadz Abdullah Zaen, MA) (Kampus UGM, 02 Desember 2011)

1 Komentar

Alhamdulillah, berikut kami hadirkan rekaman kajian ilmiyyah (Kajian terindah untuk orang tua dan pendidik) bersama Ustadz Abdullah Zaen, MA yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM, Yogjakarta pada hari Jum’at 02 Desember 2011.

Tema yang disampaikan ♥ Jurus Jitu Mencetak Anak Menjadi Shaleh dan Shalehah ♥

Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bisa memberikan gambaran kepada kita tentang urgensi ilmu dalam memdidik anak. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!

Silahkan download kajiannya pada link berikut: Lagi

Download Audio: Wahai Suamiku Perlakukanlah Aku dengan Baik (Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc) (Dammam, 12 November 2011)

6 Komentar

Kamar tidurBerikut kami hadirkan rekaman kajian tematik bersama Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc yang disiarkan live dari Islamic Cultural Center Dammam, KSA via Radio Mu’adz 94,3 FM Kendari pada hari Sabtu, 12 November 2011

Tema kajian ” Wahai Suamiku Perlakukanlah Aku dengan Baik “

Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Silahka simak kajiannya dengan mendownloadnya pada link berikut: Lagi

Tiga Faktor Istri Merana

Tinggalkan komentar

Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Setelah pernikahan diikrarkan. Setelah akad ditetapkan dan diterima, idealnya tak seorang suami atau istri pun yang mau merana hidupnya bersama pasangannya. Pernikahan adalah lembaga kecil antara suami istri yang bermuamalah bersama sehingga tumbuhlah sakinah, ketenangan, mawaddah, cinta, serta rohmah, belas kasih.

Nuansa rumah tangga yang diliputi samara ini bisa saja tiba-tiba berubah menjadi lesu bila salah satu pasutri tidak memperhatikan pasangannya. Salah satunya bisa jadi istri merana bila suami menelantarkan hak-haknya. Lagi

Penyebab Terburainya Jalinan Silaturrahmi

Tinggalkan komentar

Oleh: Syaikh Muhammad bin Ibrahim A Hamd

Penyebab Terburainya Jalinan Silaturrahim

Tali kekerabatan harus selalu rapat dan erat. Beragam gejala yang berpotensi merenggangkannya mesti diantisipasi dengan cepat, supaya keharmonisan hubungan tetap terjaga, kuat lagi hangat. Semua anggota kerabat akan menikmati rahmat dari Allâh Ta’âla lantaran menjunjung tinggi tali silaturrahim yang sangat ditekankan oleh syariat.

Sebaliknya, ketidakpedulian terhadap hubungan kekerabatan akan dapat menimbulkan dampak negatif. Alasannya, tali silaturrahim lambat laun akan mengalami perenggangan. Pemutusan tali silaturrahim berdampak mengikis solidaritas, mengundang laknat, menghambat curahan rahmat dan menumbuhkan egoisme. Sering terdengar di masyarakat banyaknya kasus putusnya tali silaturrahim dengan berbagai bentuknya. Terhadap pemutusan silaturrahim ini, Islam sangat tegas ancamannya. Lagi

Menuai Pahala di Usia Senja

Tinggalkan komentar

Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Seandainya kehidupan manusia di dunia ini diepisodekan, mungkin bisa kita bagi menjadi enam episode; mulai episode balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan episode lanjut usia. Lanjut usia merupakan episode terakhir dari kehidupan dunia seseorang yang apabila diibaratkan seperti putaran hari maka ia menggambarkan saat-saat menjelang matahari terbenam, dimana sebentar lagi, entah sesaat atau dua saat lagi kita pun akan meninggalkan dunia menuju akhirat yang belum kita ketahui gelap terangnya, tidak seperti matahari yang meninggalkan siang yang sudah jelas menuju waktu malam yang gelap.

Setelah sekian puluh tahun menjalani kehidupan dunia yang merupakan perniagaan antara untung dan rugi, usia senja kita saat ini merupakan saat dimana tidak ada lagi hal yang lebih penting bagi kita selain bekal amalan yang cukup untuk menggapai kerohmatan Robbul ‘alamin azza wajalla. Lagi

Untukmu Aku Berdandan (Khusus Pasutri!!!)

2 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Seorang istri yang merasa senang dan bangga melihat penampilan suaminya dengan busana serasi lagi sesuai dengan seleranya tentu akan bertambah senang pada suami. Ia juga makin rajin memilihkan dan memadukan busana yang seharusnya dikenakan oleh suaminya dengan harapan suaminya akan selalu tampil gagah, rapi, dan menarik dipandang mata, tidak saja dipandanginya sendiri tetapi ia akan juga bangga suaminya dinilai lebih oleh saudara serta kawan sejawatnya dalam berbusana.

Di saat yang lain, ada seorang suami yang ingin merias istrinya meski dengan kesederhanaan dan kesahajaan. Untuk hal tersebut ia pun hendak membuat kejutan buat istri yang ia sayangi. Ketika ada kesempatan ia pun memilih busana yang ia suka buat istrinya, ditambah beberapa aksesori seperlunya di sebuah toko busana. Harapannya, sang istri akan senang mendapat kejutan, sebagaimana ia juga berharap akan menikmati penampilan istri yang ia sayangi dengan keindahan busana yang telah ia pilih yang dipadukan dengan aksesori yang ia suka dikenakan istrinya. Lagi

Fenomena Istri-Istri Zaman Sekarang

Tinggalkan komentar

Oleh: Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.

Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.

Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama. Lagi

Older Entries Newer Entries

%d blogger menyukai ini: