AbuSaadGaza29YOGYAKARTA – (SahabatAlAqsha.com): Cara Allah menjalin persaudaraan Islam selalu indah. Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, salah seorang mu’allim di Radio Rodja, dengan izin Allah mengantarkan sendiri berbagai amanah para pendengar radio beken itu ke Jalur Gaza yang masih dikepung pasukan zionis. Diantara amanah-amanah tersebut disampaikan guna membantu “Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda” di kota Gaza dan “Madrasah Islamiyah Malaysia-Indonesia” di kamp Deiril Balah, Gaza Tengah. Alhamdulillah (Sabtu, 06 April 2013)

Masuk ke Gaza sebagai relawan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia), Ust. Abu Sa’ad ikut mendampingi tim pelatih teknologi stem cell dari Indonesia untuk para dokter dan tenaga medis di sana. Sesudah tim tersebut pulang ke Indonesia, Ustadz ramah asal Jogja ini tetap tinggal beberapa hari untuk menuntaskan amanah-amanahnya.

• Menyampaikan dana sebesar EU 39,000 untuk pembangunan Madrasah Islamiyah Malaysia-Indonesia di Deiril Balah, Gaza Tengah
• Menyampaikan dana sebesar USD 14,000 untuk pembelian alat-alat pengobatan kanker Pusat Kanker Al-Huda, kota Gaza
• Menyampaikan dana serta membagikan sembako senilai EU 9,700 untuk para fuqara, masakin, dan pengungsi di berbagai pelosok Jalur Gaza.

“Saudara-saudara kita yang faqir dan miskin selalu ada di mana-mana, terutama di Indonesia. Kita harus bantu mereka di manapun berada,” kata Ustadz Abu Sa’ad, “Di Jalur Gaza, keadaan mereka ditambah berat lagi dengan pengepungan Yahudi yang sudah hampir 6 tahun.”

Selama melaksanakan tugasnya, Ustadz yang mantan Direktur Ma’had Bin Baz di Jogja ini dibantu oleh para relawan kita dari Al-Sarraa Foundation, mitra Sahabat Al-Aqsha sejak tahun 2007.

Di Yogyakarta, M. Fanni Rahman, Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha berbesar hati, “Jazakumullaah ahsanul jazaa’, semoga Allah beri balasan terbaik untuk Ustadz Abu Sa’ad dan seluruh pendengar dan pengelola Radio Rodja. Bi idznillaah, dalam waktu dekat pembangunan Madrasah Deiril Balah sudah akan dimulai, dan pembelian alat-alat pengobatan kanker sedang diproses. Akan kami laporkan terus perkembangannya.”

Ustadz Abu Sa’ad menyatakan kelegaannya, “Terima kasih kepada saudara-saudaraku di Sahabat Al-Aqsha yang telah memberi banyak kemudahan. Semoga ta’awun ini bisa dilanjutkan.”

Ditanya bagaimana kesan-kesannya selama di Gaza, Ustadz yang sudah sering bekerja sebagai relawan di berbagai tempat ini menjawab, “Subhanallah, saudara-saudara kita di Gaza, dalam keadaan miskin dan diperangi, masih berlomba-lomba rebutan saya untuk diajak ke rumahnya, makan atau bahkan sekadar minum kopi. Mereka kariim (murah hati) sekali.”

Mudah-mudahan akhlaq mulia itu memperbanyak turunnya pertolongan Allah, untuk Gaza dan untuk kita semua.* (Sahabat Al-Aqsha)

Artikel: SahabatAlaqsha.com publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com

AbuSaadGaza3AbuSaadGaza45312_565765543447397_486294664_n1732_567008189989799_1502056029_nAbuSaadGaza17AbuSaadGaza31AbuSaadGaza30AbuSaadGaza11AbuSaadGaza25561181_565766523447299_1827323289_n483520_566545936702691_751998447_n77142_567009866656298_291526382_n18694_566546033369348_1326270877_n485247_565761140114504_514427880_nAbuSaadGaza13AbuSaadGaza361AbuSaadGaza22AbuSaadGaza8AbuSaadGaza5-346x600AbuSaadGaza16AbuSaadGaza111528508_567008316656453_65418894_n547369_566526700037948_1816787188_n72909_566526993371252_1173591405_nAbuSaadGaza3566881_566987159991902_181810668_n575787_566989879991630_1884316305_n