Pemukiman Dammaj, Sa'ada

Pemukiman di Dammaj

Mengacu dari Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

« انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا »

Artinya: “Tolong saudaramu dalam dia berbuat zhalim atau keadaan dia terzhalimi”, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shahih.

Dan mengacu kepada keinginan untuk menghentikan pertumpahan darah saudara-saudara kami dari para penuntut ilmu dari daerah Dammaj dan sekitarnya.

Dan mengacu kepada keinginan menjadikan orang-orang yang melampaui batas kembali kepada Allah Azza wa Jalla, sehingga akhirnya mereka akan selamat dari tanggung jawab mereka berupa penumpahan darah seorang muslim, yang mereka bertemu dengannya pada hari kiamat, sehingga mereka akan termasuk menjadi pelaku yang disebutkan di dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Seorang muslim masih akan terdapat keluasaan di dalam agamanya selama tidak terkena darah yang haram.”

Dan mengacu kepada keinginan untuk menghilangkan kezhaliman, karena kezhaliman berakibat buruk di dunia dan akhirat, sebagimana firman Allah Ta’ala:

{فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ } [فاطر: 37]

Artinya: “Dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun”. QS. Fathir: 37.

Sebagaimana yang diriwayatkan di dalam hadits shahih, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah benar-benar akan membiarkan untuk seorang yang berlaku zhalim, sehingga jika Dia mencabut nyawanya, Dia (Allah) tidak akan melepasnya”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat:

{ وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ} [هود: 102]

Artinya: “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. QS. Huud: 102.

Oleh sebab inilah maka saya tujukan kepada seluruh kaum muslim di timur dan barat bumi, agar berusaha untuk menolong saudara-saudara mereka dari kalangan para penuntut ilmu di kota Dammaj dan sekitarnya.

Dan memberikan pertolongan dapat dilakukan dengan beberapa hal:

Yang pertama: Berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan bersimpuh kepada-Nya Maha suci Allah, semoga Allah menghentikan tumpahnya darah saudara-saudara kita di sana, dan menjauhkan mereka dari kezhaliman, menyelamatkan mereka dari kekejian para musuh, hal ini berdasarkan dari nash-nash syar’ie yang memerintahkan kita untuk berdoa kepada Allah Jalla wa ‘Ala, dan di dalam doa tersebut Allah telah menjanjikan kaum beriman dikabulkan doa mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

{ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ }

Artinya: “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian”. QS. Ghafir: 60.

Dan sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ }

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. QS. Al Baqarah: 186.

Dan sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengabulkan doa salah seorang dai kalian selama dia tidak tergesa-gesa (ingin mendapatkan kabulannya)”.

Perkara kedua:

Setiap orang yang mampu menolong mereka dengan apapun dari bentuk pertolongan, maka wajib baginya untuk mengerjakan hal tersebut, karena menolong mereka mengakibatkan beberapa hal;

  • Berhentinya pertumpahan darah,
  • Mengakibatkan akan tersebarnya ilmu,
  • Keselamatan jiwa,
  • Terjauhkan dari kezhaliman,
  • dan hal-hal lainnya yang merupakan tujuan-tujuan syariat yang akan tercapai dari akibat menolong mereka.

Maka siapa saja yang mampu menolong mereka dengan sarana apapun baik dengan perkataan, tulisan, dengan pemberian nasehat atau dengan usaha untuk perdamaian dan menjauhi dari tempat peperangan.

Atau pertolongan dengan materi, dengan memberikan mereka senjata atau kekuatan atau berperang bersama mereka untuk menahan kezhaliman yang terjadi terhadap mereka.

Maka sesungguhnya ini adalah termasuk ibadah paling agung yang mendekat diri dengannya kepada Allah Azza wa Jalla.

Sesungguhnya nash-nash syar’i telah memerintahkan untuk menolong orang yang terzhalimi, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan bahwa muslim adalah saudara muslim, tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya, maksudnya yaitu tidak membiarkannya untuk sesorang berusaha memusuhi dan menzhaliminya.

Sebagaimana saya tujukan kepada saudara-saudara saya dari para penuntut ilmu di sana:

  • hendaknya mereka berpegang tegung dengan Allah Jalla wa ‘Ala,
  • hendaknya mereka bersandar kepada-Nya,
  • hendaknya mereka mengetahui bahwa kemenangan dii tangan Allah, Dia akan memberikan kemenangan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.

Dan kapan mereka bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah pasti menolong mereka dan menjauhkan dari mereka kezhaliman dari para pelaku kezhaliman dari siapa yang berusaha menyakiti mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala:

{إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ} [آل عمران: 160]

Artinya: “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu”. QS. Ali Imran: 160.

{ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ } [الروم: 47]

Artinya: “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. QS. Ar Rum: 47.

Dan sebagaimana Firman Allah Ta’ala:

{إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ} [غافر: 51]

Artinya: “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. Qs. Ghafir: 51.

Oleh sebab itulah, saya mewasiatkan kepada mereka agar hati mereka bersandar kepada Allah dan tidak melihat kepada kekuatan dan apa saja yang mereka miliki dari sarana-sarana materi, karena sesungguhnya Yang Maha Mengatur di alam semesa adalah Rabb Yang mempunyai Keagungan dan Kebesaran, Maha Suci Allah, jika Dia menginginkan sesuatu maka Dia hanya mengatakan “Jadilah maka terjadilah”.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah Jalla wa ‘Ala akan memberikan pertolongan dan kekuatan kepadanya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

{وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ} [الطلاق: 3]

Artinya: “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”. QS. Ath Thalaq: 3. Maksudnya yaitu Allah akan mencukupkannya maka dia tidak membutuhkan kepada seorangpun selain-Nya.

Oleh sebab inilah, saya berusaha menerangkan kepada saudara-saudarku kaum muslim bahwa menolong mereka para penuntut ilmu termasuk dari ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dengannya, yang meninggal dari mereka adalah syahid, yang luka dari mereka di jamin oleh Allah Rabb yang mempunyai Keagungan dan Kebesaran, yang berperang dari mereka akan ditolong dengan izin Allah yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, Maha Kuat, Maha Agung, Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang Berbuat apa saja yang Dia kehendaki.

Saya memohon kepada Allah Jalla wa ‘Ala, semoga Allah menjaga mereka dari segala keburukan dan menjauhkan mereka dari kezhaliman orang-orang yang berlaku zhalim, semoga Allah menghentikan tumpahnya darah mereka dan menjadikan setiap pelaku kebaikan yang membantu mereka, saling tolong menolong dengan mereka dan menolong mereka dengan kemampuan mereka (mendapatkan kebaikan-pen).

Ini (yang dapat sampaikan-pen), Allah yang lebih mengetahui dan semoga shalawat dan salam selalu diberikan kepada Nabi kita Muhammad, dan juga kepada para kerabat, para shahabat serta pengikut beliau, dengan salam yang berlimpah sampai hari kiamat.

*) Diterjemahkan oleh Ahmad Zainuddin, Sabtu, 7 Muharram 1433H Dammam KSA

Artikel: DakwahSunnah.com publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com