Abdurrahman bin Abdul Qariy berkata :

“Suatu malam di bulan Ramadhan, aku keluar bersama Umar bin Al-Khattab menunju masjid. Ternyata kami dapati manusia berpencar-pencar disana sini. Ada yang shalat sendirian, ada juga yang shalat mengimami beberapa gelintir orang. Beliau berkomentar : “(Demi Allah), seandainya aku kumpulkan orang-orang itu untuk shalat bermakmum kepada satu imam, tentu lebih baik lagi”. Kemudian beliau melaksanakan tekadnya, beliau mengumpulkan mereka untuk shalat bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu. Abdurrahman melanjutkan : “Pada malam yang lain, aku kembali keluar bersama beliau, ternyata orang-orang sudah sedang shalat bermakmum kepada salah seorang qari mereka. Beliaupun berkomentar :

“Sebaik-baik bid’ah, adalah seperti ini”.

Namun mereka yang tidur dahulu (sebelum shalat) lebih utama dari mereka yang shalat sekarang” Yang beliau maksudkan yaitu mereka yang shalat di akhir waktu malam. Sedangkan orang-orang tadi shalat di awal waktu malam”. (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha (I : 136-137), demikian juga Al-Bukhari (IV : 203), Al-Firyabi (II : 73, 74 : 1-2))

Silahkan simak kajian berikut rekaman daurah Ramadhan berjudul “Penjelasan Lengkap Tarawih Ramadhan” disampaikan oleh Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro, Sukoharjo 7 Ramadhan 1432

Link download:

Hukum Seputar Sholat Tarawih 1
Hukum Seputar Sholat Tarawih 2

Sumber : SuaraQuran.com

Tulisan Terkait:

~ Seputar Bid’ah Shalat Tarawih
~ Audio – Bagaimana Shalat Tarawih Rasulullah
~ Audio – Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih
~ Audio – Penjelasan Lengkap Tarawih Ramadhan