Oleh : Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف الأنبياء و المرسلين نبينا محمد و على آله و صحبه أحمعين, أما بعد:

Agar puasa lebih berkwalitas, maka kenalilah amalan-amalan inti di bulan Ramadhan bulan penuh berkah, diantaranya;

1. Mendirikan shalat lima waktu

Karena Shalat adalah rukun Islam kedua, siapa yang berpuasa tetapi tidak shalat maka puasanya tidak akan memberi manfaat sedikitpun kepadanya.

عَنْ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ ».

Artinya: “Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jarak antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ».

Artinya: “Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perjanjian yang ada antar kami dengan mereka (orang kafir) adalah perihal shalat, maka siapa yang meninggalkannya sungguh dia telah kafir”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 4143)

Dan khusus untuk lelaki muslim yang baligh dan berkal serta mampu maka diwajibkan untuk mengerjakan shalat lima waktu berjama’ah di masjid, sebagaimana pendapat yang paling kuat dari para ulama.

2. Berpuasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, sangat dianjurkan mengerjakannya secara berjama’ah dengan imam sampai selesai.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beribadah pada malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عن قيام رَمَضَانَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ ».

Artinya: “Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seseorang jika shalat bersama imam sampai dia selesai maka dihitung baginya pahala shalat sepanjang malam”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1615)

4. Bershadaqah, memberi makan dan membukakan puasa.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا ».

Artinya: “Zaid bin Khalid Al Juhani radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang membukakan seorang yang berpuasa, maka baginya pahala orang berpuasa tadi, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6415)

5. Bersungguh-sungguh dalam membaca Al Quran yaitu dengan memperbanyak jumlah bacaan dan lebih memahaminya.

عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ مِنْ أَجْوَدِ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ يُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدَ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.

Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi ketika beliau berada di dalam bulan Ramadhan, ketika Jibril mendatangi beliau, Jibril menemui beliau setiap malam, mengajarkan kepada beliau Al Quran, adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui oleh Jibril lebih pemurah daripada angin yang mengalir. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani)

6. Mengerjakan umrah di bulan Ramadhan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ لَمَّا رَجَعَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍ الأَنْصَارِيَّةِ رضي الله عنها: « فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى » .

Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari hajinya, beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah: “Sesungguhnya berumrah dibulan Ramadhan mengganti (/senilai) haji bersamaku”. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَعْتَكِفُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari dari bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Memperbanyak doa, dzikir dan istighfar terutama ketika waktu-waktu yang mustajab.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa yang tidak ditolak; doa orangtua, doa seorang yang berpuasa dan doa seorang musafir”. (HR. Al Baihaqi dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1797)

عن ابْنَ عُمَرَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika berbuka mengucapkan: “Dzahaba Azh Zhama’ Wa Ibtallat Al ‘Uruq Wa Tsabat Al Ajru InsyaAllah (telah berlalu dahaga, telah terisi usus-usus dan telah tetap pahala dengan kehendak Allah)”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 4678)

Tentunya amalan-amalan diatas ada diantaranya yang harus dikerjakan sepanjang tahun, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Tentunya juga, masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa dikerjakan di dalam bulan ramdhan bulan pebuh berkah ini.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di dalam Ramadhan bulan penuh berkah.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik-Nya kepada seluruh kaum muslim sehingga benar-benar menggunakan kesempatan di Bulan Ramadhan 1432 H untuk selalu beribadah kepada-Nya, Allahumma amin.

Ahmad Zainuddin
Rabu, 26 Sya’ban 1432H
Dammam, KSA

Artikel: Moslemsunnah.Wordpress.com

Artikel Lainnya:

Ikut Pemerintah Dalam Penentuan Masuk dan Keluarnya Ramadhan (Bag 1)
Telah Datang Ramadhan…Bulan Penuh Berkah (Bag 2)
Hadits Tentang Mengkhususkan Bermaaf-maafan Menjelang Bulan Ramadhan (Bag 3)
Berharap Jangan Sampai Tidak Diampuni Allah Di Bulan Penuh Ampunan (Bag 4)
Puasa Yang Bukan Hanya Sekedar Menahan Makan dan Minum (Bag 5)
Aneh, Berpuasa Koq Tidak Bertakwa? (Bag 6)
Puasa Lebih Berkwalitas Dengan Amalan-amalan Inti Bulan Ramadhan (Bag 7)
Ramadhan Bulan Memperbanyak Bacaan Al-Quran (Bag 8.)
Semangat Memperbanyak Bacaan Al-Quran Di Bulan Ramadhan (Bag 9)
Carilah Lailatul Qadar (Bag 10)
Mengenali Keajaiban Waktu, Terutama di Bulan Ramadhan (Bag 11)
Indahnya Berhari Raya Sesuai dengan Sunnah (Bag 12, Selesai)