Banyak cara dilakukan manusia untuk meraih kebahagiaan. Sebagian mereka beranggapan bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan banyaknya harta, kedudukan yang terpandang, dan popularitas yang pantang surut. Tak heran bila manusia berlomba-lomba mendapatkan itu semua, termasuk dengan menggunakan segala cara. Lantas apakah bila seseorang sudah menjadi kaya raya, terpandang, dan terkenal otomatis menjadi orang yang selalu bahagia? Ternyata tidak!

Mungkin anda juga termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang tengah berupaya mencari cara untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup. Sehingga anda sibuk membolak-balik majalah, tabloid, dan semisalnya, atau mendatangi orang yang berpengalaman untuk mencari kiat-kiat hidup bahagia. Mungkin kiatnya sudah anda dapatkan namun ketika dipraktekkan, kebahagiaan dan ketenangan itu tak kunjung datang.

Saudaraku… ketahuilah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, merekalah yang sebenarnya merasakan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang, berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah yang selalu merasa gelisah. Walaupun mungkin engkau melihat kehidupan mereka begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan harta. Namun jika engkau melihat jauh, engkau akan mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang paling berbahagia.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (Q.S. an-Nahl : 97)

Para ulama salaf berkata,

“Seandainya para raja dan pangeran mengetahui (kenikmatan hidup) yang kami rasakan (karena memahami dan mengamalkan agama Allah), niscaya mereka akan berusaha merebut kenikmatan tersebut dari kami dengan pedang-pedang mereka”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya di dunia ini ada jannnah (surga), barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti.”

Marilah kita simak bersama rekaman kajian spesial, bedah buku ” Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas ” oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari al-Maidany. Kajian ini diselenggarakan di Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq yang beralamat di Jalan Akasia, depan pom bensin Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Tajur, Ciledug. Pada hari Jum’at, 11 Februari 2011.

Silahkan download pada link berikut:

Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas (Sesi 1)
Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas (Sesi 2)
Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas (Tanya Jawab)

~ http://www.study-islam.web.id ~

* Download juga rekaman dauroh Ustadz Abu Ihsan al-Atsary di kota Klang, Selangor Malaysia pada tgl 21-22 Agustus 2010 Disini