Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman,

” Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya,
Siapa yang memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya, siapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Fathul Bari III/29 dan Muslim I/ 521).

Hadits yang disepakati keshahihannya ini, merupakan dalil yang shahih
dan gamblang, yang menyatakan turunnya Allah Ta’ala ke langit dunia
pada setiap malam, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir.

Turunnya Allah Ta’ala ini sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.
Turun merupakan salah satu sifat Fi’liyah. Dia turun ketika Dia menghendaki dan kapan saja Dia menghendaki. Arti turun telah diketahui, tetapi bagaimana keadaan turun-Nya itu tidak diketahui, mengimaninya merupakan kewajiban, sedangkan bertanya mengenainya adalah bid’ah.

Demikian pula turunnya Allah pada Hari Kiamat, sebagaimana disebutkan
dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Turun-Nya tidak sama dengan turunnya
tubuh manusia dari atap rumah ke tanah, yang mana atap tetap berada
di atasnya, tetapi Allah Maha Suci dari hal yang demikian itu.

Untuk penjelasannya, berikut kami hadirkan rekaman kajian rutin yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf  pada tgl 23 Januari 2011. Pada ahad ke 4 mengkaji kitab Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah masuk pada pembahasan no. 40 ” Turunnya Allah Ke Langit Dunia Setipa Malam “.

Semoga apa yang beliau sampaikan dapat menghapus syubhat-syubhat tentang keshahihan hadits turunnya Allah ke langit dunia.

Silahkan download rekamnnya pada link berikut:

Atau download dalam format mp3.zip Disini

Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin.