Pengungsi dengan seribu satu masalah, itulah kondisi mereka yang menjadi korban letusan Merapi 2010. Walaupun sudah pulang dari mengungsi mereka harus menghadapi kenyataan kondisi lingkungan dan ekonomi yang sangat memprihatinkan. Mereka tidak bisa bekerja karena sawah tertutup abu tebal dan keras serta tidak bisa ditanami, pasar mati karena tidak ada suplai dari hasil pertanian. Belum lagi kondisi rumah yang berantakan, air keruh karena masih bercampur dengan abu vulkanik yang membuat batuk dan sesak nafas jika dikonsumsi untuk minum dam memasak makanan.

Yang masih di pengungsian juga terpaksa bertahan, karena jika pulang mereka tidak bisa makan dan hidup normal apalagi yang rumah dan kampungnya hancur diterjang lava Merapi. Sementara beban psikologis terus menekan dan bertambah berat, mereka membayangkan masa depan yang sangat buruk dan tidak menentu. Hal dimanfaatkan para misionaris untuk membantu dan memurtadkan mereka, mereka diajak ke gereja dan sekolah kristen dengan jaminan hidup yang lebih baik.

Kenyataan ini haruslah menggugah kita semua untuk turut peduli dan memberi perhatian dengan segenap kemampuan agar bisa menghibur dan terutama menyelamatkan aqidah mereka. Mari terus bantu, ulurkan tangan dan doa serta berusaha menyelamatkan mereka dari kesusahan di dunia maupun di akhirat. PEDULI MERAPI TAK CUKUP SEKALI.

Simak pemaparan berikut tentang keadaan korban Merapi

Ustadz Abu Sa’ad_Ulurkan Tangan & Doa Untuk Mereka.mp3

Sumber: Radio Suara Quran 94,4 FM Solo