CALHAJ TERTUA: Koyimah Nasrun Abdullah binti Nasrun (102 tahun) merupakan Calhaj tertua Kloter asal Labuhanbatu Selatan saat berada di Asrama Haji Medan.

Hari Ini 454 Orang Calhaj Kloter I Dilepas Menag di Asrama Haji Medan

Medan (SIB)
Embarkasi Medan pecahkan rekor, tercatat seorang nenek Koyimah Nasrun Abdullah binti Nasrun berusia 102 tahun tergabung pada Kloter I asal Labuhanbatu Selatan melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Koyimah beralamat Suhud Selatan Rintis Kota Pinang Labuhanbatu Selatan, melaksanakan ibadah haji seorang diri. Meski usianya sudah lanjut, kondisi fisik Koyimah masih prima.

Buktinya, ketika wartawan SIB menemuinya di salah satu ruangan penginapan Asrama Haji Medan, Minggu (10/10) Koyimah masih lelap tidur. “Tunggulah, dia masih tidur,” sebut seorang ibu yang dekat pembaringan Koyimah. Tidak berapa lama kemudian Koyimah bangkit dan menuju ke kamar mandi. Badannya terlihat kurus, tapi jalannya masih kokoh saat ke kamar mandi. Malah, saat melaksanakan shalat zuhur, Koyimah masih kuat, ia berdiri menyelesaikan shalatnya. Selain fisiknya masih kuat, Koyimah masih lurus berbicara meski dalam bahasa Jawa.

“ …Saya menabung selama 5 tahun mengumpul uang untuk naik haji… ”

 

Menurut jadwal Koyimah bersama Calhaj Kloter I lainnya hari ini, Senin (11/10) akan dilepas Menag-RI Suryadharma Ali pada pukul 08.00 WIB di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

Di daftar nama-nama Calhaj, tercatat usia Koyimah 100 tahun. Namun saat ditanya, Koyimah menyebutkan usianya 102 tahun. Ternyata usia 100 tahun itu saat ia mendaftar untuk naik haji 2 tahun lalu. “Saya menabung selama 5 tahun mengumpul uang untuk naik haji,” sebut Koyimah dalam bahawa Jawa yang masih medok. Koyimah juga menyebutkan ada bantuan dari anak-anaknya.

Koyimah mengatakan, kegiatannya sehari-hari adalah “dukun beranak”. Koyimah memiliki 5 anak, sorang meninggal dunia. Dari 4 anaknya yang ada, Koyimah dikaruniai 30 cucu dan buyut. Koyimah cukup lama menjanda, 35 tahun lalu suaminya Tarkaji meningga dunia. “Doakan saya semoga dalam sehat-sehat menunaikan ibadah haji,” pinta Koryimah.

Selain pecah rekor usia tertua Calhaj di Embarkasi Medan, diperkirakan juga untuk Calhaj se Indonesia, Koyimah merupakan Calhaj tertua. Sementara Calhaj termuda di Kloter I adalah Siti Audita Chaliluddin binti Chaliluddin (21). Kebetulan Siti satu kamar dengan Koyimah, malah tempat tindurnya berseberangan. Siti mahasiwa Unimed semester V jurusan fisikologi pendidikan, menunaikan ibadah haji bersama ayah dan ibu beralamat Langgar Aman Kota Pinang Labuhanbatu Selatan.

Calhaj Kloter I Labuhanbatu semula berjumlah 455 orang dengan petugas masuk asrama. Minggu (10/10) pukul 07.00 WIB dengan 454 orang setelah satu orang gagal berangkat atas nama Aisyah Tanjung (42) karena sakit.
Menurut Kakan Kementerian Agama Labuhanbatu Drs H Zulfan Arif, Calhaj Kloter I asal Labuhanbatu Selatan (Labura) dilepas Pj Bupati Drs Abd Razak Pasaribu MM pada pukul 23.00 WIB, Sabtu (9/10) malam. Acara pelepasan berlangsung di Lapangan MHB Kota Pinang. Calhaj Labura kata Zulfan pada umumnya petani diangkut dengan 12 bus khusus ke Medan. Calhaj Labuhanbatu seluruhnya berjumlah 1507 orang diberangkatkan ke tanah suci melalui 4 Kloter yaitu Kloter I dan IV serta Kloter X dan XV.

Dalam sambutannya Pj Bupati Labura Abd Razak menyatakan, terkesan dengan Calhaj Labura tergabung pada Kloter I yang akan dilepas oleh Menag Suryadharma Ali. Sementara Humas PPIH Embaraksi Medan Drs H Sazli Nasution mengatakan, belum ada perubahaan jadwal Menag Suryadharma Ali akan melepas Kloter I pada hari ini, pukul 08.00 WIB di Aula Madinatul Hujjaj. Sedangkan Calhaj Kloter I ini akan bertolak ke tanah suci pada pukul 14.00 WIB melalui Bandara Polonia Medan. “Usia dilepas Menag, Calhaj kembali ke tempat masing-masing untuk menunggu proses pemberangkatan ke Bandara Polonia Medan,” kata Sazli.(M7/g)

Sumber: http://hariansib.com/?p=145387