Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu ibadah yang termulia di sisi Allah ta’ala. Karenanya orang-orang shaleh berlomba demi meraihnya, dan orang-orang yang beriman menghabiskan waktu demi memperoleh keutamaannya, Nabi Isa ‘alaihissalam seorang nabi yang berbakti kepada ibunya, sebagai mana beliau ucapkan tentang diri beliau sendiri:

“Dialah (Allah) yang telah menjadikanku orang diberkahi dimanapun aku berada, dan Dia wasiatkan diriku dengan shalat dan zakat selagi aku hidup. Dan (Dia jadikan) diriku seorang yang berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikanku orang yang keras dan celaka”. (Qs. Maryam 31-32)

Uwais Al-Qarni rahimahullah mendapatkan keutamaan dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sekalipun beliau tidak melihat beliau. Beliau perintahkan para Shahabatnya agar memohon istighfar kepada Allah melalui Uwais. Beliau memiliki do’a mustajab. Sebab beliau adalah orang yang berbakti kepada ibunya.

Sekiranya kita telaah sejarah salaf dari kalangan para Shahabat dan Tabi’in, biografi para ulama serta orang-orang shalih dalam jibaku mereka dalam berbakti kepada orang tua mereka, maka kita dapatkan cerita yang penuh dengan pengorbanan yang luar biasa dari seorang anak kepada orang tuanya. Dan kita dapatkan bekas sejarah itu abadi dengan tinta emas, karena mereka memiliki pemahaman yang benar terhadap islam dan iman. Iman yang terpancar dari ilmu yang benar dan keluar dari lubuk hati yang sangat mendalam, lalu membias ke muka dalam bentuk perbuatan. Seperti air bening dan jernih keluar dari sumber mata air, lalu mengalir mengisi lembah-lembah dan sungai-sungai.

Bagi antum yang sering mendengarkan radio Rodja mungkin sudah tidak asing mendengarkan jeda birrul walidain yang disampaikan oleh Ustadz Armen Halim Jasman rahimahullah. Dan berikut saya berikan file mp3-nya untuk di download secara gratis!!! Semoga bisa menjadi renungan bagi kita.

Download pada link berikut:

Jeda Rodja ” Birrul Walidain “ (842 kb)

Untuk kajian lengkapnya silahkan download Disini

Catatan diatas saya salin dari Mukaddimah buku ” Kutitip Surat Ini Untukmu ” buah pena Ustadz Armen Halim Jasman rahimahullah. Pustaka Amanah Ilmiah.  hal 1-5