Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dalam Majmu’ al Fatawa (XXIV/253), berkata: “Adapun ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

Taqabbalallahu minnaa wa minkum, dan  Ahaalallahu ‘alaika, dan sejenisnya

“Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”

Ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.

Tidak ragu lagi bahwa ucapan selamat ini merupakan akhlak yang terpuji dan merupakan fenomena sosial yang baik di kalangan kaum muslimin. Ucapan selamat ini memiliki pengaruh yang baik dalam memperkuat hubungan dan persaudaraan serta menyebarkan jiwa kasih sayang di antara sesama kaum muslimin. Minimal, mengenai hal itu bisa di katakan: “Balaslah ucapan selamat pada orang yang mengucapkan selamat kepadamu, dan diamlah jika ia diam”.

Lihat: Shahih Fiqh Sunnah 3/353.

Abu Sahal©Admin.

Artikel: Moslemsunnah.Wordpress.com