Di antara sikap yang mendapat larangan dan peringatan keras dari Allah dan Rasul-Nya  adalah sikap ghuluw. Yaitu melewati batas yang disyariatkan di dalam menempatkan sesuatu, baik dalam masalah akidah (keyakinan), ibadah, muamalah, adat maupun sikap terhadap individu manusia tertentu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai ahlu kitab, janganlah kalian bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) di dalam agama kalian.” (An-Nisa’: 171)

Di dalam ayat tersebut larangan Allah tertuju kepada ahlu kitab (Yahudi dan Nasrani). Namun hal ini bukan berarti bahwa larangan itu khusus bagi mereka, bahkan larangan tersebut berlaku juga bagi kaum muslimin. Karena segala sesuatu yang dilakukan oleh ahlu kitab, pasti akan dilakukan pula oleh sebagian kaum muslimin. Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sebagaimana bulu anak panah saling mengiringi satu sama lain. Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam liang dhob (binatang padang pasir sejenis kadal –pen), kalian pun akan mengikutinya.” Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah , apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Rasulullah  menjawab, “Siapa lagi?” (Muttafaqun ‘alaih)

Lebih jelas lagi, Nabi  telah memeringatkan umat ini dari sikap ghuluw. Beliau bersabda,

“Jauhilah sikap ghuluw di dalam agama, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa hanyalah karena sikap ghuluw di dalam agama.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan An-Nasa’i, dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. 1283)

Berikut adalah rekaman kajian yang di sampaikan oleh Al Ustadz Armen Halim Jasman رحمه الله dari pembahasan masalah “ Sikap Ghuluw Berlebihan Didalam Beragama ” di Masjid Al-Muhajirin, Bekasi Belakang Rs. Mitra Keluarga Barat sekitar 3 tahun yang lalu.

Selengkapnya, silakan download kajian di bawah ini:

01_Sikap Ghuluw Dalam Beragama.mp3
02_Sikap Ghuluw Dalam Beragama.mp3

sumber: pustaka abdulah, jakarta