Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman video kajian “Dauroh Qatar ke 5″ bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang diselenggarakan di Masjid Jami’ ‘Ibadurrahman no.1042 (Masjid Syaikh Naseer) Al-Wakra, pada tgl 30 Maret – 02 April 2012 lalu. Lagi
Download Audio: ‘Aqidah Ahlussunnah Tentang Isra’ Mi’raj (Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas) (Penting!!!)
29 Juni 2011
Aqidah, Kajian Kitab Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 8 Komentar
Alhamdulillah, berikut kami hadirkan rekaman kajian interaktif pembahasan Kitab Syarah ‘Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang disiarkan live Radio Rodja 756 AM pada hari Sabtu, 02 Januari 2010.
Dengan pembahasan kitab masuk pada point ke 25 hal.272 tentang ” Isra’ Mi’raj “.
Ahlusunnah mengimani bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah di Isra’-kan oleh Allah dari Makkah ke Baitul Maqdis lalu di Mi’raj-kan (naik) ke langit dengan ruh dan jasadnya dalam keadaan sadar sampai ke langit ke tujuh, ke Sidratul Muntaha. Kemudian beliau shallallahu’alaihi wa sallam Memasuki Surga, melihat Neraka, melihat para Malaikat, mendengar pembicaraan Allah, bertemu dengan para Nabi, dan beliau shallallahu’alaihi wa sallam mendapat perintah shalat lima waktu sehari semalam, dan beliau shallallahu’alaihi wa sallam kembali ke Makkah pada malam itu juga. (Syarah ‘Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, hal 272) Lagi
Download Versi Audio: Dauroh Tokyo 2010 (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)
12 Maret 2011
Dauroh, Uncategorized Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 2 Komentar
Alhamdulillah dengan kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala akhirnya admin dapat menghadirkan rekaman VERSI AUDIO Kajian Islam Intensif (Dauroh Tokyo 2010) yang diselenggarakan di Masjid Asakusa Tokyo, Taito-ku Higashiasakusa 1-9-12, pada tgl 30 Des 2010 – 02 Jan 2011 bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Sekilas tentang Masjid Asakusa
Lokasi Daurah Tokyo 2010 dilaksanakan di Masjid Asakusa atau juga dikenal dengan nama Masjid Daar Al-Arqam (ダール・アル・アルカム). Masjid yang berlokasi di pusat kota Tokyo ini dibangun pada tahun 1998. Saat ini Masjid Asakusa dikelola oleh Japan Mosque Foundation (JMF) yang merupakah salah satu departemen yang ada di lembaga Islamic Circle of Japan. Saat ini, imam Masjid Asakusa adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yang bernama Topan Setiadipura.
Download Video: Dauroh Tokyo 2010 Bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
5 Maret 2011
Dauroh, Video Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 6 Komentar
Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman video Kajian Islam Intensif (Dauroh Tokyo 2010) yang diselenggarakan di Masjid Asakusa Tokyo, Taito-ku Higashiasakusa 1-9-12, pada tgl 30 Des 2010 – 02 Jan 2011 bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Untuk mendownload VERSI AUDIONYA silahkan klik tautan dibawah:
Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.
Selamat menyimak.
~ Sudah Benarkah Tauhid Kita I, 30 Desember 2010 (Sesi Pagi)
Download Audio: Hikmah Di Balik Musibah (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)
17 November 2010
Nasehat Ustadz DR.Ali Musri, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 1 Komentar
Beberapa waktu ini negri kita kembali di rundung oleh bencana, Allah Ta’ala kembali memberikan ujian bencana berupa gunung meletus,gempa,tsunami serta banjir di beberapa wilayah negeri ini. bagaimanakah sikap seorang muslim dalam menghadapi berbagai musibah ini? serta apakah hikmah dibalik musibah tersebut?
Simaklah 2 kajian mengenai Hikmah di balik musibah yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas dan Ustadz Dr.Ali Musri berikut, semoga bermanfaat.
Ustadz Yazid Jawas_Hikmah Dibalik Musibah: | Download
Renungan Dalam menghadapi Musibah: | DownloadSumber: Radio Rodja
Download Audio: Bekal Ilmu Menggapai Haji Mabrur (Lengkap!!!)
14 Oktober 2010
Fiqh, Keutamaan Ilmu dan Dakwah Ustadz Badrusalam, Ustadz DR.Ali Musri, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 1 Komentar

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin wash Shalatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiya wal Mursalin, wa ba’du.
Berikut kami hadirkan kumpulan kajian yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang mulia, ibadah haji, yang di sampaikan oleh beberapa asatidz diantara Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas, Ustadz Ali Musri, Ustadz Badrusalam dan Ustadz Arman Amri hafidzohumullahu Ta’ala.
Semoga bermanfaat. Lagi
Download Audio: “Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah” (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)
6 Mei 2010
Aqidah, Dauroh, Manhaj Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 1 Komentar
Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernah di tempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallaahu’anhum. Disebut Ahlussunnah karena kuatnya mereka berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya.
Secara terperinci pengertian As-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah ialah: “Jalan yang di tempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan. Itulah As-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan As-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut”.
Sedangkan pengertian Jama’ah Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berkata: “Perintah untuk berpegang kepada Jama’ah, maksudnya adalah berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan Sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang di laksanakan oleh Jama’ah yang pertama, yaitu yang di laksanakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menyimpang sesudah mereka”. Lagi
Hukum Mengkhususkan Diri Untuk Meruqyah Dan Menjadikannya Sebagai Pekerjaan Tetap
10 April 2010
Artikel [Bagus], Nasehat, Thibbun Nabawi Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Tinggalkan Komentar
Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Pada zaman sekarang ini, ada sebagian thullabul ilmi (penuntut ilmu syar’i) menjadi terkenal bisa mengobati orang dengan menggunakan ruqyah. Kemampuan meruqyah membuatnya menjadi terkenal sehingga dapat dijumpai sarana-sarana tersebut di tengah-tengah masyarakat.
Dengan banyaknya imbalan yang diperoleh dari meruqyah ini, mereka rela melepaskan kesibukan-kesibukan dan mengambil jalan pintas dengan cara mengkhususkan diri sebagai tukang ruqyah. Mereka pun banyak memperluas waktu untuk itu dan selalu siap apabila ada orang yang datang untuk berobat, sehingga membuat mereka sibuk mengatur jam-jam berobat layaknya dokter-dokter dan rumah sakit spesialis, serta menjadikan meruqyah ini sebagai pekerjaan tetap (profesi). Lagi
Khutbah Jum’at (05 Maret 2010) “Prinsip Dasar Islam” (Al-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)
6 Maret 2010
Khutbah Jum'at Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 4 Komentar
Tema Khutbah : Prinsip Dasar Islam
Khotib : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Tanggal: 05 Maret 2010
Durasi : 20 Menit
Ukuran File : 2.3 Mb
Sumber : Streaming Radio RODJA 756 AM
Situs : http://www.radiorodja.com
Pokok-pokok Pembahasan:
- Islam adalah satu-satunya agama yang haq (benar), yang diterima dan diridhoi oleh Alloh, selain agama Islam adalah merupakan agama yang sesat, bathil dan kufur.
- Islam adalah agama yang didasari dengan ilmu, maka wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu agama.
- Islam haruslah difahami dan diamalkan sebagaimana pemahaman dan pengamalan salafush sholih
- Ilmu yang telah dipelajari harus berusaha untuk diamalkan, sebab tegaknya kejayaan Islam adalah dengan Ilmu dan Amal. Lagi
Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Menurut Syari’at Islam
15 Februari 2010
Artikel [Bagus], Bantahan, Bid'ah, Manhaj Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 21 Komentar
Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yang diikuti. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para Shahabatnya.
Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama Islam bagi umatnya; menyempurnakan nikmat-Nya bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewafatkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali setelah beliau selesai menyampaikan segala sesuatu yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dengan jelas, baik berupa perkataan maupun perbuatan; juga setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa setiap hal baru yang diada-adakan oleh manusia dan disandarkan kepada agama Islam, baik berupa i’tiqâd (keyakinan), perkataan maupun perbuatan semua itu adalah bid’ah dan tertolak, walaupun maksudnya baik.
Semua ini karena bid’ah merupakan penambahan terhadap ajaran agama dan mensyari’atkan sesuatu yang tidak diizinkan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta merupakan tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla dari golongan Yahudi dan Nasrani. Selain itu, melakukan bid’ah berarti pelecehan terhadap agama Islam dan menganggapnya tidak sempurna. Keyakinan ini mengandung kerusakan yang besar dan bertentangan dengan firman Allah Azza wa jalla dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan terhadap bid’ah. Lagi
Download Audio: Tanda-Tanda Hati Yang Sehat (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)
29 November 2009
Nasehat, Tazkiyatun Nafs Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 10 Komentar
Di antara tanda-tanda sehatnya hati adalah ia senantiasa menyadarkan pemiliknya agar kembali kepada Allah, merendahkan diri di hadapan-Nya serta bergantung kepada-Nya sebagaimana bergantung-nya pecinta kepada yang dicintainya, yang tiada kehidupan baginya, tidak pula kemenangan, kenikmatan dan kebahagiaan kecuali dengan ridha, kedekatan dan kasih sayang-Nya. Dengan-Nya ia menjadi tenang dan sentosa, kepada-Nya ia berteduh, dengan-Nya ia gembira, kepada-Nya ia bertawakal, dengan-Nya pula ia percaya, kepada-Nya ia meng-harap dan karena-Nya ia takut.
Maka mengingat-Nya adalah makanan dirinya, sedang kecintaan dan kerinduan pada-Nya adalah kehidupan, kenikmatan, kelezatan dan kebahagiaannya. Sebaliknya, berpaling kepada selain-Nya adalah penya-kitnya dan kembali kepada-Nya adalah obatnya. Lagi
Hukum Meminta-Minta (Mengemis) Menurut Syari’at Islam
8 November 2009
Artikel [Bagus], Fiqh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas 4 Komentar
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
DEFINISI MINTA-MINTA (MENGEMIS)
Minta-minta atau mengemis adalah meminta bantuan, derma, sumbangan, baik kepada perorangan atau lembaga. Mengemis itu identik dengan penampilan pakaian serba kumal, yang dijadikan sarana untuk mengungkapkan kebutuhan apa adanya. Hal-hal yang mendorong seseorang untuk mengemis –salah satu faktor penyebabnya- dikarenakan mudah dan cepatnya hasil yang didapatkan. Cukup dengan mengulurkan tangan kepada anggota masyarakat agar memberikan bantuan atau sumbangan. Lagi














Komentar Masuk