Oleh: Ustadz Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam
Bab IV
FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN
Di dalam Bab III telah diuraikan bahwa terdapat beberapa hal penyimpangan aqidah yang dilakukan oleh NII diantara sekian banyak penyimpangan ialah sebagai berikut:
1. Mencampur-adukkan makna tauhid rububiyyah dengan tauhid mulkiyah.
2. Keliru dalam menafsirkan tauhid uluhiyah Laa ilaha ilallah.
3. Di dalam menafsirkan Laa ilaha ilallah, terpengaruh oleh Jabariyah yang sesat itu (salah satu firqah sesat yang telah lama ada).
4. Pemyempitan makna tauhid rububiyah, terfokus kepada hukum/hakimiyah.
5. Hukum Islam yang dipahami dan diyakini untuk diperjuangkan terfokus kepada jinayat (terutama dari generasi ke-3 NII).
6. Mengklaim bahwa hanya NII yang telah berhukum Islam, sehingga akibat tidak memahami firman Allah (Al-Maai-dah:44, 45 dan 47), berakibat melakukan takfir (mengkafirkan Muslim lain yang belum/tidak masuk NII), sebagaimana firqah Khawarij.
7. Perjuangan NII lebih memprioritaskan politik (siyasah), sehingga berlakunya hukum, ibadah dan akhlak serta mu’amalah yang benar hanyalah ada di dalam mulkiyah (NII). Inilah siyasah yang non syar’iyah.
8. Mulkiyah menjadi kriteria pertama dan terakhir bagi iman dan kafimya seseorang. Sehingga orang yang belum hijrah (ditandai dengan iqrar Syahadatain dan bai’at) ke NII dari negeri kafir, seperti RI, belumlah dianggap Muslim dan Mukmin. Seterusnya apabila tidak aktif lagi di dalam NII dianggap telah murtad, zhalim, munafik dan sebutan sejenisnya yang tentu saja menggelikan.
9. Tauhid asma wa sifat tidak dihiraukan, dan tidak pula diadakan, mereka menyerahkan saja maknanya kepada Allah. NII tidak memiliki pemahaman yang jelas di dalam tauhid jenis ini.
10. Sistematika tauhid menurut NII adalah RMU (Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyyah) bertentangan dengan sistematika tauhid yang haq yakni rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat.
11. Menjadikan urusan furu’ (siyasah) menjadi ushul (tauhid mulkiyah). Lagi











Komentar Masuk