Fenomena Istri-Istri Zaman Sekarang

Tinggalkan Komentar

Oleh: Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.

Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.

Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama. Lagi

Bukti Kesesatan NII (Negara Islam Indonesia)

43 Komentar

Oleh: Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Bangunan Megah di Pesantren Al-Zaytun, Indramayu

NII – Pesantren Al-Zaytun (1)

Bukti-bukti Kesesatan NII KW IX Abu Toto

Sepak terjang NII KW IX (Negara Islam Indonesia Komandan Wilayah IX), dalam kurun waktu di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim dan kemudian Haji Muhammad Ra’is dari tahun 1984 s/d 1992 maupun di bawah kepemimpinan Abu Toto Asy-Syaikh AS Panji Gumilang (gelar kebesarannya saat ini) sejak dari tahun 1992 hingga tahun 2001 telah menimbulkan banyak korban. Secara nyata yang lebih banyak dirugikan baik moril maupun material oleh KW IX sejak masa Haji Karim sampai Abu Toto adalah umat islam pada umumnya, dan secara khusus kalangan NII atau DI (Darul Islam).

Kerugian yang diderita ummat Islam secara moril adalah telah tercemarinya pemikiran dan pemahaman mereka tentang Islam, sehingga mereka sama sekali tidak menyadari dan tanpa terasa telah terjerumus pada suatu keyakinan yang menjungkir-balikkan prinsip-prinsip keimanan (aqidah) yang untuk selanjutnya berdampak pada pelecehan terhadap syari’at serta bermuara pada kemerosotan akhlak. Lagi

Tokoh-Tokoh “Nyeleneh” di UIN dan IAIN (Bag 2)

7 Komentar

Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

16. Taufik Adnan Amal

Taufik Adnan Amal (dosen ulumul Qur’an IAIN Makassar, mengemukakan bahwa ayat innaddiena indallohil Islam itu ada yang lebih tepat untuk sekarang innad diena indallohil hanifiyyah. Ungkapan Taufiq Adnan Amal dan Ulil Abshar Abdalla yang disebarkan lewat Majalah Syir’ah itu mengandung kampanye untuk meragukan kemurnian Al-Qur’an dan sekaligus meragukan masih relevannya ayat-ayat Al-Qur’an dengan masa sekarang. Tentang buku Taufiq Adnan Amal berjudul Rekonstruksi Sejarah Al-qur’an, insya Allah dibahas di bagian bawah dari judul ini. Lagi

Tokoh-Tokoh “Nyeleneh” di UIN dan IAIN (Bag 1)

40 Komentar

Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Salah seorang terkemuka dari kalangan yang nyeleneh (aneh pendapatnya) dan bahkan orang-orang yang nyeleneh pun mengakuinya sebagai orang yang berperan penting dalam apa yang Dawam Rahardjo sebut liberalisme Islam (dalam menumbuhkan kenyelenehan?) adalah Mukti Ali guru besar IAIN Jogjakarta. Ini paling kurang adalah seperti yang diakui oleh Dawam Rahardjo di antaranya ditulis di Koran Republika. Cap buruk dari masyarakat belum sempat melekat di dalam nama Mukti Ali semasa hidupnya. Tetapi tokoh yang belum menerima gelar-gelar buruk itupun telah melakukan sebongkah pembelaan dan bahkan penumbuh kembangan perusakan Islam secara sistematis di Indonesia lewat pendidikan tinggi Islam dan karya tulis yang merusak Islam secara terang-terangan yaitu membela dan bahkan sebagai pemberi kata pengantar buku yang merusak aqidah Islam, berjudul Catatan Harian Ahmad Wahib, 1982. Apalagi mereka-mereka yang oleh masyarakat sudah diberi cap buruk atau paling kurang sebagai sosok nyeleneh (aneh pendapat-pendapatnya), bisa dijumpai di berbagai tempat di antaranya:

Lagi

Gus Dur Menghumorkan Akherat dan Malaikat (Bag 1)

9 Komentar

Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Akherat dan Malaikat adalah dua hal yang sifatnya ghaib dan wajib diimani (diyakini) bagi orang Muslim, dan bahkan merupakan pokok-pokok dalam rukun iman.

Mengenai hal ghaib itu sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak berani berbicara kecuali ada dalilnya (ayat Al-Qur’an ataupun hadits). Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mau berbicara, kecuali kalau ada wahyu dari Allah Ta’ala untuknya. Maka bagi setiap Muslim tidak boleh berbicara mengenai hal ghaib kecuali ada dalil yang menjelaskannya. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ﴿٦٥﴾

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (Qs An-Naml/ 27: 65).

Lagi

Gus Dur Menghumorkan Akherat dan Malaikat (Bag 2)

3 Komentar

Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

قَُلْ لَوْ اَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُوْنَ بِهِ لَقُضِيَ الأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَاللهُ أَعْلَمُ بِالظَالِمِيْنَ # وَعِنْدَهُ مَفَاِتجَ اْلغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوْ وَيَعْلَمُ ماَ فِي اْلبَرِّ وَاْلبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلاَّ يعَلْمَهَُا وَلاَ حَبَّةٍ فيِ ظُلُماَتِ اْلأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فيِ كِتَابٍ مُبِيْنِ

58. Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu[480]. dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS Al-An’am/ 6: 58, 59).

Lagi

Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!

15 Komentar

Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!

http://timesonline.typepad.com/photos/uncategorized/2007/07/05/ahmadinejad_the_movie.jpg

Ahmadinejad = Syiah

Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kecaman dan hinaan Ahmadinejad itu—lebih gila lagi—disampaikan dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.

Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah ini—salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.

Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat. “Talhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”

Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi rajanya.

Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di Iran—berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. Bahkan, pendahulu Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh alias menyepelekan 90% Muslim seluruh dunia.

Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan pengingkar sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini. Mereka adalah orang yang tidak menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau memahami rejim 12 Imam ini yang merupakan musuh terbuka terhadap para sahabat Rasul. (sa/alqimmah/sunni-news/ayandenews) Lagi

Ahmadiyah Qadyan dan Ahmadiyah Lahore Sama-sama Pemalsu Islam

Tinggalkan Komentar

Oleh: Al Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

JAI (Jemaat Ahmadiyah –Qadyan—Indonesia) dan GALI (Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia) yang biasanya disebut GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia); mereka sama-sama mengimani Tadzkirah (kitab suci Ahmadiyah, yang disebut kumpulan wahyu muqoddas –suci— yang diyakini sebagai wahyu dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad). Padahal inti kesesatannya yang sampai mereka dihukumi kafir adalah karena Mirza Ghulam Ahmad (MGA) mengaku nabi dan rasul yang mendapatkan wahyu kemudian dikumpulkan dalam bentuk kumpulan wahyu yang dinamai Tadzkirah itu.

Dan segala kesesatan sampai Mirza Ghulam Ahmad mengaku nabi dan Rasul, bahkan mengaku kedudukannya sebagai anak Allah, atau bahkan MGA itu dari Allah, dan Allah itu dari MGA; semuanya ada di Tadzkirah, dan diyakini oleh Ahmadiyah Qadyan maupun Ahmadiyah Lahore. Itu adalah kemusyrikan yang nyata, hingga pengikutnya adalah murtad.

Lagi

Download Audio: “Islam & Al-Qur’an pun Diserang” (Ustadz Hartono Ahmad Jaiz)

Tinggalkan Komentar

Berikut adalah rekaman kajian (Bedah Buku) yang di sampaikan oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Dengan pembahasan “Islam dan Al-Quran pun Diserang”

Silakan di download

Islam dan Al-Qur’an pun Diserang

Semoga bermanfaat…

Download Audio: ”Meluruskan Penyimpangan Islam Jamaah [LDII]” (Ustadz Hartono Ahmad Jaiz)

10 Komentar

Abu Ihsan al-Atsary

Islam Jama’ah adalah suatu nama jama’ah sempalan yang sangat identik dengan khawarij. Kelompok ini pusatnya di Indonesia dan hampir tidak terdengar namanya di luar Indonesia, walaupun mereka mengaku-ngaku bahwa jama’ah mereka ini telah mendunia. Jama’ah ini didirikan oleh seorang yang bernama Nur Hasan Ubaidah, yang menurut pengakuannya bahwa jema’ah ini telah ada sejak tahun 1941. Namun yang benar ia baru dibai’at pada tahun 1960. Kelompok ini berdiri pertama kalinya dengan nama Darul Hadits. Lalu kemudian berganti-ganti nama menjadi YPID (Yayasan Pendidikan Islam Djama’ah), lalu LEMKARI dan pada tahun 1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Penggantian ini dalam rangka menyesuaikan dengan keadaan dan supaya tidak ketahuan jejak mereka jika mulai timbul ketidaksukaan dari masyarakat.Berikut sekilas tentang jemaah mereka. Lagi

DOWNLOAD AUDIO: ”MEMBONGKAR MANHAJ JARINGAN ISLAM LIBERAL [JIL]” (USTADZ HARTONO AHMAD JAIZ)

2 Komentar

Islamic Center Al-Islam menyelenggarakan ceramah dengan judul Membongkar Manhaj Jaringan Islam Liberal (JIL) pada Ahad (09/03/08). Pembicara dalam acara ini adalah Ust. Hartono Ahmad Jaiz, spesialis pengkritik paham-paham yang menyimpang. Acara ini diselenggarakan untuk menambah wawasan bagi para dai dari berbagai daerah yang sedang mengikuti daurah Shahih Bukhari di Islamic Center Al-Islam.

Lagi

Download Video: ”Ada Pemurtadan Di IAIN” (Ustadz Hartono Ahmad Jaiz)

3 Komentar

Menjelaskan tentang munculnya beberapa aliran sesat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) diantaranya adalah kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Neo Mu’tazilah ( Hizbut Tahrir) yang terus merebak dikalangan kampus…

Dengan Pembicara Ustadz Hartono Ahmad Jaiz hafidzahullahu Silakan download file-file Video di bawah ini,

Semoga Bermanfaat…

Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 392 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: