Rahasia Doa Yang Sering Dibaca Syeikh Abdurrazzaq Al Badr Dalam Setiap Ceramah

1 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

12508_5696793730264845_2069593281_nSaudaraku seiman…

Bagi yang memperhatikan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syeikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullah, senantiasa akan mendengar baik di awal atau di akhir ceramah, beliau menyebutkan doa-doa dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan diantara doa yang beliau sebutkan adalah:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Artinya: “Wahai Allah, perbaikilah agamaku yang ia adalah penjaga perkaraku dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya kehidupanku dan perbaikilah akhiratku yang di dalamnya tempat kembaliku dan jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan untukku di dalam setiap kebaikan dan jadikanlah kematian ini sebagai istirahat untukku dari setiap keburukan.” (HR. Muslim) Selengkapnya

Ketika Hari Raya Bertepatan dengan Hari Jum’at!

3 Komentar

Fatwa No. 2358

Pertanyaan: “Tahun ini terkumpul dua id, hari Jum’at dan hari raya Iduladha, manakah yang benar, apakah kita mengerjakan shalat Zuhur jika belum mengerjakan shalat Jumat atau shalat Zuhur jatuh jika belum shalat Jumat?”

Jawaban: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Id pada hari Jumat diberikan keringanan baginya untuk tidak menghadiri shalat Jumat pada hari itu kecuali Imam Selengkapnya

Puas dan Syukurilah Pemberian, Niscaya Anda Menjadi Orang Terkaya Sebenarnya!

3 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Semoga tulisan ini bermanfaat, terutama bagi:

• Seorang yang selalu merasa tidak puas, dengan apa yang ia dapatkan dari pemberian Allah Ta’ala
• Seorang yang selalu menggerutu dengan pemberian Allah Ta’ala bahkan terkadang meremehkan pemberian-Nya
• Seorang yang selalu memaksakan sesuatu yang tidak dia sanggupi, sehingga lupa nikmat yang ada dihadapannya.

Saya pernah membaca perkataan Imam Ahmad rahimahullah kepada Syuja’ bin makhlad:

يَا أَبَا الْفَضْلِ إنَّمَا هُوَ طَعَامٌ دُونَ طَعَامٍ وَلِبَاسٌ دُونَ لِبَاسٍ ، وَإِنَّهَا أَيَّامٌ قَلَائِلُ

“Wahai Abu Al Fadhl, sesungguhnya ia hanya sebuah makanan di bawah makanan (yang lain), pakaian di bawah pakaian (yang lain) dan sesungguhnya ia hanya beberapa hari yang sementara.” Lihat kitab Thabaqat Al Hanabilah, 1/169 dan kitab Manaqib Al Imam Ahmad, karya Ibnul Jauzy, hal. 248. Selengkapnya

Dulu Ibu Naksir dari Bapak Apanya?

5 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Cerita nyata! Seorang anak jika berbicara dengan orangtuanya sangat suka menjadikan orangtuanya gembira, tersenyum bahkan kadang tidak sedikit, menjadikan mereka terbahak-bahak tertawa.

Sampai pernah ia bertanya kepada ibunya, padahal ibunya sudah berumur 50 an: “Bu…dulu, ibu naksir dari bapak apanya?”, si ibu yang ditanya, langsung tersipu malu dan lalu beliau tertawa terbahak-bahak dan menjawab dengan penuh bata-bata dalam katanya: “Apa yo…mungkin sudah jodoh kali…”

Bagi si anak ini menjadikan orangtua bahagia, bisa tersenyum, ceria adalah merupakan ibadah yang ia berharap pahala darinya. Selengkapnya

Renungkanlah! | Selama Ini Kita Membela Rasulullah atau Menghinanya?

7 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Di saat Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilecehkan, dihina direndahkan oleh orang kafir, moment seperti ini dapat dijadikan oleh setiap muslim sebagai sebuah barometer, “Apakah ia seorang muslim yang membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau malah ia seorang yang menghina atau melecehkannya?!?”.

Saudaraku muslim…

Di bawah ini disebutkan tanda-tanda seorang yang menghina, mencela dan tidak menghormati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Selengkapnya

Puasa yang Paling Rendah adalah Sekedar Menahan Makan dan Minum, Tapi Masih Maksiat?

3 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Tahukah Anda bahwa tingkatan orang berpuasa yang paling rendah adalah hanya menahan makan dan minum, tetapi masih melakukan hal-hal yang diharamkan.

عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ كَانَ أَصْحَابُنَا يَقُولُونَ أَهْوَنُ الصِّيَامِ تَرْكُ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ

Artinya: “Atha’ bin Saib (w: 136H) berkata: “Kawan-kawan kami (para tabi’ie muda) mengatakan: “Puasa paling rendah adalah meninggalkan makan dan minum. (Lihat kitab Al Mathalib Al ‘Aliyah karya Ibnu Hajar, 6/54). Selengkapnya

Saya Yakin Anda Tidak Ingin Hanya Mendapat Lapar dan Dahaga saja Bukan?

Tinggalkan komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Sudah seminggu kita berpuasa, penting rasanya memeriksa kembali puasa kita, apakah kita benar-benar berpuasa atau hanya sekedar menahan makan dan minum tapi tidak menahan dari yang perkara-perkara yang diharamkan.

Apakah Anda Berpuasa dari yang Halal tapi Masih Berbuka dari yang haram, maksudnya adalah: “Apakah kita hanya menahan dari yang halal, seperti makan, minum, syahwat dan lainnya AKAN TETAPI TIDAK MENAHAN DARI YANG DIHARAMKAN.” Selengkapnya

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: