Download Audio: Syarah Hadits Perpecahan Umat (Ust Abu Ubaidah Yusuf as Sidawi) (Semarang, 04 Desember 2011)

Tinggalkan Komentar

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Qs. Huud 118-119) Lagi

Untuknya Kukirim Al-Fatihah..!!!

8 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Pada suatu acara, seorang tokoh dengan serius mengatakan: “Sebelum acara ini kita mulai, marilah kita membukanya dengan bacaan al-Fatihah..” Serempak, para hadirin pun tunduk dan khusyuk membacanya bersama-sama.

Di penghujung acara, seorang tokoh diminta menutup acara dengan doa, maka dia pun menghadiahkan doanya untuk para wali yang telah meninggal dunia, lalu mengatakan:

“Al-Fatihah ala hadhroti syaikhina wa waliyyina..”

Kasus-kasus serupa mungkin sering kita jumpai dimasyarakat. Namun, pernahkah kita berfikir bahwa semua itu adalah tata cara beragama yang tidak ada contohnya dan diingkari oleh para ulama?! Marilah kita kaji bersama masalah ini dengan lapang dada. Lagi

Download Audio: Beginilah Akhlak Para Salaf & Sikap Ditengah Musibah (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawy)

Tinggalkan Komentar

ALLAH MENGUTUS MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SEBAGAI PEMBAWA HIDAYAH DAN DIENUL HAQ SERTA PENYEMPURNA AKHLAK

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab: 21)

إنما بعثت لأتم صالح الاخلق

”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim). Lagi

Download Audio: “14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah” (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi)

Tinggalkan Komentar

Alhamdulillah, pada kesempatan berikut ini, kami hadirkan hasil rekaman kajian bedah buku “14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah” karya Ustadz Abu Abdirrohman Abdulloh Zein, M.A, yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi di Masjid Al-Khoiriyah Tegowangi, Plemahan, Kediri (23 Mei 2010).

Kajian ini diselenggarakan oleh Yayasan Ath-Thoifah Al-Manshuroh. Semoga nasihat beliau bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, khususnya bagi para da’i dan penuntut ilmu syar’i. Silakan download pada link berikut: Lagi

Download Audio: “Hak-Hak Persaudaraan Sesama Ahlussunnah” (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Sidawy)(Cilincing, 28 Mei 2010)

1 Komentar

Alhamdulillah, berikut kami sampaikan rekaman kajian untuk pengunjung setia blog moslemsunnah, kajian ilmiyyah dari rangkaian Safari Dakwah Majalah Al-Furqon oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawy dengan mengambil tema ” Hak-Hak Persaudaraan Sesama Ahlussunnah “ yang di selenggarakan di Masjid Jami’ Baitul Huda Cilincing Jakarta Utara. pada hari Jum’at 28 Mei 2010 ba’da maghrib-selesai.

Download pada link berikut: Lagi

Download Audio: “ Prinsip-Prinsip Beragama Imam Syafi’i ” (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi)

Tinggalkan Komentar

Alhamdulillah, silakan download rekaman kajian yang disampaikan oleh al Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi hafizhahullah dalam Kajian Islami Ahlussunah Waljama’ah (bulan Ke-1) dengan tema “ Prinsip-Prinsip Beragama Imam Syafi’i ”.

Kajian ini bertempat di Masjid Agung Baitul Hakim Madiun Jl. Aloon-aloon barat no.13 Madiun (Ahad, 09 Mei 2010) dan diselenggarakan oleh Yayasan An Najiyah Madiun.  Semoga kajian yang beliau sampaikan bermanfaat. Lagi

Menikah Sirri (Nikah ‘Urfi) Antara Hukum Syar’i & Undang Undang Negara

2 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Buku Nikah

Akhir-akhir ini di berbagai media masa kita dihidangkan dengan adanya rancangan undang-undang (RUU) tentang hukum pidana bagi pelaku nikah sirri yang kini banyak mengundang kontroversi dari berbagai pihak. Oleh karena itulah kali ini kami ingin menyajikan pembahasan tentang pernikahan yang tidak tercatat di KUA ini –terlepas dari kontroversi apakah pelaku pantas diberi sanksi pidana ataukah cukup dengan sanksi administratif-. Pembahasan ini kami nukilkan dari majalah al-Furqon edisi 11 th. Ke-8, Jumada Tsaniyah 1430H/ Juni 2009 dengan tema cover “Nikah Ilegal, Nikah Bermasalah”. Semoga tulisan ini menjadi sebuah opini fiqih yang dapat membuka wacana kita sehingga mampu menjadi solusi dan peredam bagi kontroversi yang ada. Wabillahit taufiq Lagi

Download Audio: Polemik Perayaan Maulid Nabi (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi)(Penting!!!)

Tinggalkan Komentar

Bila bulan Rabi’ul Awal tiba. mayoritas kaum muslimin seakan tak sanggup melupakan sebuah acara rutin tahunan hasil warisan nenek moyang, yaitu perayaan maulid Nabi. Sebuah perayaan yang sudah mendarah daging dan mengakar di hati mayoritas masyarakat di belahan dunia, tak ketinggalan negeri kita, Indonesia. Tak hanya sampai di situ, perayaan ini juga diminati dan didukung oleh gerakan-gerakan dakwah Islamiyah. Seorang tokoh lainnya mengatakan bahwa salah satu inti dasar harakah Islamiyah adalah menghidupkan perayaan perayaan Islamiyah dan mengingatkan manusia dengannya.

Masalah perayaan maulid Nabi merupakan polemik besar di kalangan kaum muslimin. Kitapun tidak boleh gegabah dalam menghukumi acara ritual yang semarak seperti ini. Namun yang perlu dicatat bagi setiap muslim yang menghendaki kebenaran adalah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai hakim dalam setiap perselisihan. Lagi

Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam

8 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf  as-Sidawi

Sesungguhnya kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke dunia ini merupakan nikmat yang sangat agung. Bagaimana tidak, dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berarti lahirlah seorang nabi yang penuh kasih dan berjasa besar dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan masa jahiliah menuju Islam yang keindahan cahayanya dapat kita rasakan hingga detik ini.

“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran : 164).

Oleh karena itu, umat ini hendaknya banyak bersyukur kepada Allah azza wa jalla atas kelahiran nabi yang mulia tersebut. Namun demikian bukan berarti kita berlebihan dalam memperlakukan hari kelahirannya tersebut, atau membuat dongeng-dongeng serta keyakinan-keyakinan yang tidak berdasar, dan juga membuat ritual-ritual ibadah yang tidak ada bimbingan agama, karena hal itu bukanlah termasuk ungkapan syukur yang dimaksud dalam agama. “Berbagai keyakinan yang berlebihan mewarnai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian berkeyakinan bahwa malam kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah malam yang paling utama, bahkan lebih utama dari malam lailatul qadr![1] Lagi

Keajaiban Hadits Lalat

1 Komentar

Keajaiban Hadits Lalat [1]
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy

Fenomena pengingkaran terhadap sunnah semakian menggeliat di masa kini. Berbagai media telah berjasa besar untuk propaganda tersebut. Semakin banyak kader-kader yang disiapkan untuk menyerang hadits Nabi. Mereka menempuh beberapa jalur untuk menuju ke terminalnya, sekalipun berbeda jalannya namun tujuan tetap sama.

Imam asy-Syathibi menjelaskan metode ahli bid’ah tersebut dengan ucapannya:

“Mereka menolak hadits-hadits yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan dan madzhabnya. Mereka menuduhnya tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh dalil. Karenanya, mereka mengingkari adanya siksa kubur, jembatan, timbangan, melihat Allah di akherat. Demikian pula hadits lalat yang menerangkan bahwa salah satu sayapnya terdapat penyakit dan dalam sayap lainnya terdapat obat penawarnya dan lalat ini mendahulukan sayap yang mengandung penyakit, dan hadits-hadits lainnya yang shahih dan diriwayatkan dengan benar.

Terkadang mereka mengkritik para sahabat, tabi’in dan para pakar hadits yang telah disepakati tentang keadilan dan keahliannya dalam meriwayatkan hadits. Dan ini hanya sekedar alasan untuk menentang orang-orang yang dianggap bertentangan dengan madzhab mereka. Dan dalam kesempatan lain, mereka menolak fatwa para ulama ini dan mencomoohkannya di hadapan masyarkat awam agar mereka tidak mengikuti sunnah dan menjauhi para pembela sunnah”.[2]

Nah, diantara hadits yang kena getahnya adalah hadits lalat, dimana oleh sebagian kalangan hadits ini diklaim sebagai hadits yang palsu, tidak sesuai dengan rasio, hanya diriwayatkan oleh orang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Benarkah suara-suara sumbang tersebut?! Atauah hanya sekedar ucapan yang terlontar tiada kendali?! Pembahasan berikut akan mencoba memberikan jawabannya. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 392 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: