Kisah Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dengan Polisi Lalu Lintas

1 Komentar

Diceritakan dalam muqoddimah Syarah Shahih Bukhori bahwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin suatu ketika menaiki mobil yang dibawa temannya. Berangkat dari Unaizah menuju Buraidah untuk suatu kepeluan penting dengan sebuah lembaga sosial. Si sopir yang juga pemilik mobil membawa mobil dengan kecepatan tinggi sehingga diberhentikan oleh polisi.

Melihat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ada di dalam mobil, polantas tersebut mengizinkan mobil yang ditumpangi Syaikh untuk terus saja. Lantas Syaikh menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, maka ia memberitahukannya. Lagi

Ebook | Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Tuntunan Qurban (Lengkap!!!)

1 Komentar

Dept. Dakwah Al-Sofwa – Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.” Lagi

Ebook | Meraih Surga Bulan Ramadhan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)

4 Komentar


Berkata Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, ” Seiring dengan akan tibanya bulan suci Ramadhan yang penuh barakah, maka kami akan menyajikan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin pasal-pasal penting yang berkaitan dengan bulan Ramadhan, seraya memohon kepada Allah agar menjadikan amalan kami ikhlas karena-Nya, sesuai dengan syari`at-Nya, bermanfaat bagi makhluk-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Dermawan lagi Maha mulia. Lagi

Figur Ulama Ahlus Sunnah: Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin -rahimahullah-

3 Komentar

Figur Ulama Ahlus Sunnah
Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin -rahimahullah-

Musibah menimpa umat Islam, dimana sejumlah ulama terkemuka meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan, seperti Syaikh bin baz, Syaikh al-Albani dan Syaikh Utsaimin. Mereka bertiga adalah lambang dakwah salafiyyah pada zaman ini.

Dakwah salafiyah pun menangis atas kepergian mereka ke alam baka, sedangkan kaum muslimin mengantarkan jenazah mereka ke liang lahat dan berdoa dengan berendah diri pada-Nya, agar Dia memberikan ganti dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka berikan pada umat ini.

Berikut ini, akan kami sajikan kisah kehidupan salah seorang dari mereka, yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah-, seorang ulama yang hidup dalam lingkungan beragama dan berdakwah mengajak ke jalan-Nya. Beliau adalah sosok ulama yang mengamalkan ilmu dan mendidik umat.

Hampir 74 tahun, beliau habiskan usia beliau untuk menuntut ilmu, mengajarkan dan menyebarkan kebaikan. Karena itulah timbul rasa cinta pada beliau, hingga berbondong-bondong kaum muslimin keluar mengantarkan jenazah beliau di hari wafatnya. Inilah dia kemuliaan hakiki yang beliau peroleh tanpa pernah mengeluarkan uang untuk mendapatkannya, namun karena ilmu, amal dan akhlak beliau. Lagi

Download Video: Dialog Para Dokter Bersama Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah

Tinggalkan Komentar

Alhamdulillah berikut kami sampaikan video pembahasan kontemporer seputar kesehatan bersama Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah. Dalam muhadarah tersebut beliau menyampaikan pokok-pokok metodelogi pengobatan Nabi secara gamblang dan sertai pula soal jawab seputar: hukum autopsi untuk penelitian, kesalahan praktek yang mengakibatkan kematian pasien, pengguguran janin dll

Diriwayatkan dalam shahihain dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallau’alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus sauda’, sesungguhnya di dalam Habbatus sauda’ terdapat penyembuh bagi segala penyakit, kecuali as-Saam (yakni kematian).”

Dalam hadits tersebut dikatakan penyembuh bagi segala penyakit, dan tidak disebutkan jenis penyakit tertentu. Maka seakan-akan konsekuensinya ialah tidak ada akan ada seorang pun yang sakit bila mengkonsumsi itu.

Bagaimana penjelasan Syaikh tentang itu semua?  Silahkan simak video berikut: Lagi

Adab-Adab Menyembelih (Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Tinggalkan Komentar

Adab-Adab Menyembelih
Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Didalam menyembelih terdapat etika yang harus di perhatikan. Namun hal ini tidak menjadi syarat akan halalnya suatu sembelihan, bahkan sembelihan tersebut hukumnya sah tanpa hal itu. Diantaranya:

01. Menghadap ke arah kiblat ketika menyembelih.

02. Berbuat ihsan di dalam menyembelih, yaitu dengan alat yang tajam. Diarahkan ke tempat sembelihan dengan kuat dan cepat. Menurut pendapat sebagian ulama bahwa adab ini termasuk wajib, berdasarkan dzahir/ yang langsung difahami dari sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

” Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan dalam segala hal. Apabila kalian membunuh perbaguslah cara kalian dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka perbaguslah cara kalian dalam menyembelih. Dan hendaknya dia menajamkan pisaunya dan memudahkan untuk hewan sembelihannya.” (HR. Muslim)

Dan pendapat tersebut (yakni wajibnya ihsan dalam menyembelih adalah pendapat yang benar). Lagi

Hukum Mushalla Kantor

Tinggalkan Komentar

مكتبة الفتاوى : فتاوى نور على الدرب (نصية) : الصلاة
السؤال: بارك الله فيكم نعود إلى رسالة المستمع م. أ. أ يقول فضيلة الشيخ مصلى المدرسة هل يأخذ أحكام المساجد

MC program acara Nurun ‘ala al Darbi yang disiarkan oleh radio al Qur’an al Karim KSA mengatakan, Kita kembali ke surat pertanyaan dari pendengar,

Apakah ketentuan-ketentuan masjid itu berlaku untuk musholla sekolah?

الجواب
الشيخ: مُصلى المدرسة أو المصلى في البيت الذي أعده الإنسان للصلاة فيه لا يأخذ حكم المساجد

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Musholla sekolah, demikian pula musholla rumah yang memang dibuat untuk tempat mengerjakan shalat tidaklah berlaku padanya ketentuan yang berlaku untuk masjid. Lagi

Download Audio: Keutamaan Lailatul Qodr (Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin)

1 Komentar

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman file kajian dari Tausiyah fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah tentang beberapa Keutamaan Lailatul Qodr.

Tausyiah ini diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.

Silahkan download pada link berikut: Lagi

Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Bumi ?

41 Komentar

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.

Jawaban.
” Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.

[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.

“Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….” [Al Baqarah : 258]

Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.

“Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” [Al-An'am : 78]

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.

[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu….” [Al-Kahfi : 17]

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya (matahari)”. Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.

[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [Al-Anbiya' : 33]

Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata: “Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : ….Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,…” [Al-A'raf : 54]

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

[6]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Az Zumar : 5]

FirmanNya:  “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan firman-Nya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”, menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

[7]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya,” [Asy-Syam : 1-2]

Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.

[8]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa-Siin : 37-40]

Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.

[9]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

“Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?” Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]

PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi.”

Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq.”

[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159 (sumber: almanhaj.or.id)

Untuk pembahasan masalah ini sudah di jelaskan oleh Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf , dalam buku beliau “Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah”. selengkapnya silakan klik Disini

Fatwa Para Ulama Ahlussunnah Seputar Mengeluarkan Zakat Fithri Dengan Uang

5 Komentar

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya : Hukum mengeluarkan zakat fithri dalam bentuk uang karena ada orang yang memperbolehkan hal tersebut?

Jawaban

Tidaklah asing bagi seorang muslim manapun bahwa rukun Islam yang paling penting adalah persaksian (Syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah. Lagi

Kedudukan Seruan Imsak Dimata Ulama Ahlussunnah

1 Komentar

Kedudukan seruan Imsak di mata Ulama Ahlussunnah

Pada saat menjelang shubuh di waktu sahur pada bulan Ramadlan kita biasanya mendengar adanya peringatan imsak yang didengungkan, baik lewat corong masjid-masjid, radio, maupun televisi. Kebiasaan tersebut sudah begitu membudaya di masyarakat kita. Bahkan seakan-akan sudah merupakan syariat bahwa kita tidak boleh lagi makan dan minum setelah peringatan imsak dikumandangkan.

Namun betulkah hal itu?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal itu, di bawah ini kami nukilkan
beberapa fatwa para ulama tentang imsak. Apakah benar ia merupakan syariat dalam agama ini ataukah bukan.

Lagi

Kisah Syaikh ‘Utsaimin | Ulama Pun Bisa Bercanda

1 Komentar

Diterjemahkan oleh: Ustadz Aris Munandar

Dua tahun sebelum Syaikh Ibnu Utsaimin meninggal Syaikh Salim bin Sa’ad ath Thawil, salah seorang murid Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Seiring dengan memuji Allah, aku memiliki hubungan yang istimewa dan terus-menerus dengan Syeikh Ibnu Utsaimin. Hubungan ini terus terjalin kurang lebih selama delapan tahun. Setelah aku kembali ke Kuwait dan lulus dari Universitas Ibnu Suud pada tahun 1407 atau 1987 hubunganku dengan beliau tidak pernah putus baik berupa kunjungan, komunikasi via telepon ataupun korespondensi.

Lagi

Download Video: “Pemakaman Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin”

3 Komentar

Biografi Singkat

Beliau bernama Abdillah Muhammad Bin Shalih Bin Muhammad Bin Utsaimin Al-Wahib At-Tamimi. Dilahirkan di kota Unaizah tanggal 27 Ramadhan 1347 Hijriyah.

Pertumbuhan Beliau

Beliau belajar membaca Al-Qur’an kepada kakeknya dari ibunya yaitu Abdurrahman Bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah, hingga beliau hafal. Sesudah itu beliau mulai mencari ilmu dan belajar khat (ilmu tulis menulis), ilmu hitung dan beberapa bidang ilmu sastra.

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah menugaskan kepada 2 orang muridnya untuk mengajar murid-muridnya yang kecil. Dua murid tersebut adalah Syaikh Ali Ash-Shalihin dan Syaikh Muhammad Bin Abdil Aziz Al-Muthawwi’ Rahimahullah. Kepada yang terakhir ini beliau (syaikh Utsaimin) mempelajari kitab Mukhtasar Al Aqidah Al Wasithiyah dan Minhaju Salikin fil Fiqh karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dan Al- Ajurrumiyah serta Alfiyyah.

Lagi

Download Video: ”Bimbingan Manasik Haji & Umroh” (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin)

120 Komentar

http://didijunaedihz.files.wordpress.com/2008/02/mharam1.jpg?w=607&h=315

Berikut adalah rekaman video  yang di sampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah. dari pembahasan materi ”Bimbingan Manasik Haji dan Umrah”. (Alhamdulillah sudah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia).

Untuk download silakan klik file dibawah ini,

Selamat menyimak.



~ Islamhouse.com dan Youtube.com ~

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 377 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: