Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Haadi Al-Wadi’iy
Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam atas Nabi kita, pengikut-Nya, dan para Shahabatnya. Dan demikian juga semoga Allah memberikan banyak keselamatan atasnya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.
Amma ba’du,
Sesungguhnya pada kisah umat-umat terdahulu dan apa yang Allah turunkan kepada mereka berupa murka dan siksa Allah disebabkan berpalingnya mereka dari apa yang dibawa oleh para rosul, terdapat satu pelajaran dan nasehat.
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia
وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُّكْرًا
” Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Rabb mereka dan rasul-rasulNya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami adzab mereka dengan adzab yang mengerikan.” (Qs. Ath-Thalaq: 8)
Dan Allah berfirman
وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلاَّ طُغْيَانًا كَبِيرًا
” Dan kami menakut-nakuti mereka (orang-orang terdahulu), tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. “ (Qs. Al-Isra: 60)
Maka pada kisah umat-umat terdahulu memberikah ibroh (pelajaran) dan peringatan bagi kita dari menolak sesuatu yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Maka wajib kita untuk bertaubat kepada Allah. Lagi
Berbagi dengan yang lain via:
Komentar Masuk