MUI: Kelompok Anti Vaksin Keliru Mengutip Dalil

1 Komentar

Jakarta -  Bagi orang yang menolak pemberian vaksin, banyak dalil yang digunakan sebagai referensi untuk menguatkan pendapatnya. Padahal, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalil-dalil yang digunakan justru keliru dan dapat menyesatkan.

“Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan bahkan dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyakit,” ujar Aminudin Yakub, Komisi Fatwa MUI Pusat, dalam acara Seminar Media Simposium Imunisasi IDAI ke-3, di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (10/7/2012). Lagi

Kisah Keluarga yang Kena Polio Karena Tidak Divaksin

Tinggalkan Komentar

Jakarta, Polio merupakan momok penyakit karena dapat menyebabkan kelumpuhan, sulit bernapas bahkan kematian. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi, namun beberapa keluarga harus menanggung kisah tragis kematian atau kelumpuhan karena tak mendapatkan vaksin. Lagi

Berobat Dengan Madu dan Air Hujan

1 Komentar

Ya’qub bin al-Mughirah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, ia berkata:

Apabila salah seorang dari kalian untuk mengeluhkan sesuatu (karena sakit), hendaklah ia meminta uang kepada istrinya untuk membeli Madu kemudian dicampur dengan air langit (Air Hujan) lalu diminum, maka Allah akan memberikan kesembuhan dan menormalkan seleranya kembali. Lagi

20 Mitos Kampanye Hitam Anti Imunisasi!

13 Komentar

Oleh: Dr. Widodo Judarwanto Sp.A

KOMPAS.comImunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti.

Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Lagi

Bagian Apa Yang Disunat Pada Khitan Wanita?

2 Komentar

Oleh: dr. Raehanul Bahraen

Khitan pada wanita masih merupakan daerah abu-abu yang kurang diketahui secara rinci oleh kaum muslimin saat ini. Mengenai hukumnya sudah dibahas panjang lebar dalam kitab-kitab fiqh. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan sebagian dari kita bagian apa yang disunat serta dampaknya bagi kesehatan dan kehidupan wanita. Oleh karena itu kami berusaha memberikan pembahasan ringkas mengenai hal ini.

Bagian yang disunat adalah klitoral hood [kulit penutup klitoris] Lagi

Fatwa-Fatwa Ulama, Keterangan Para Ustadz dan Ahli Medis Di Indonesia Tentang Bolehnya Imunisasi-Vaksinasi

4 Komentar

Oleh: dr. Raehanul Bahraen

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan kami sebelumnya yaitu:

1.Permasalahan Imunisasi Dan Vaksinasi Tuntas –Insya Allah-
2.Haruskah Kedokteran Modern Dan Thibbun Nabawi Dipertentangkan?

Kami berusaha mengumpulkan fatwa ulama, keterangan para ustadz dan ahli medis  mengenai bolehnya imunisasi. Sehingga kami berharap saudara kita, muslim yang lainnya bisa menghormati muslim yang melaksanakan fatwa para ulama dan keterangan ustadz yang membolehkan imunisasi. Tidak mencela mereka yang melaksanakan imunisasi, apalagi sampai mempertanyakan keimanannya karena dianggap tidak percaya dengan thibbun nabawi atau tidak tawakkal dengan apa yang Allah anugrahkan yaitu imunitas alami tubuh. Ini adalah pernyataan yang kurang tepat

Kami juga sampai saat ini belum mendapatkan fatwa ulama dunia -yang diakui keilmuannya oleh dunia islam yang bersifat internasional – yang mengharamkan imunisasi dan vaksinasi. Jika ada yang mendapatkannya, kami harap memberi tahu, sebagai pertimbangan kami untuk membuat kelanjutan tulisan selanjutnya. Lagi

Tanya Jawab Kehalalan dan Keamanan Vaksin Bersama Dr. Soedjatmiko (Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia)

37 Komentar

Saat ini beredar di masyarakat berbagai pertanyaan dan keraguan terkait dengan kehalalan vaksin. Untuk menjawab semua itu, Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Dr. Soedjatmiko akan menjawabnya lewat tanya jawab sebagai berikut:

Bagaimana cara mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian akibat penyakit menular pada bayi dan balita ?

Pencegahan umum: berikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang , kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Lagi

Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurat

2 Komentar

Oleh: dr. Aniek Rachmawati

Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan kanker kulit). Kanker kulit adalah salah satu bentuk penyakit kulit berupa sel kanker yang tumbuh pada lapisan luar dari kulit. Lagi

Mengobati Penyakit Maag Tanpa Obat

12 Komentar

SOLUSI PENYAKIT MAAG TANPA MENGOBATI?

Kebanyakan orang sudah kenal dengan sakit maag. Sehingga terkadang juga bisa mengantisipasinya bila terserang gejala penyakit ini. Dalam istilah kedokteran, penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia.

DAERAH LAMBUNG YANG TERKENA

Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang, orang dengan sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau uluhati, tepat di, bawah tulang dada.

Di lokasi lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut dikeluarkan beberapa cairan asam lambung untuk membantu proses penghancuran makanan. Lagi

Diare Akut Pada Anak: Gejala dan Penanganannya di Rumah

Tinggalkan Komentar

Oleh: dr. Wenni

Diare adalah buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja. Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya sehat.Diare akut merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering diderita oleh anak-anak selain infeksi saluran pernafasan atas. Manifestasi dari gangguan ini bervariasi dari gejala ringan yang cukup mudah ditangani di rumah sampai gangguan berat yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan serius oleh petugas kesehatan.

Untuk itu orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang diare terutama mengenali gejala-gejalanya dan tanda-tanda yang bisa diamati, serta prinsip penanganannya. Dengan adanya pengetahuan tersebut, orang tua bisa melakukan tindakan yang tepat di rumah untuk mengatasi diare yang ringan atau segera membawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan segera untuk diare yang berat. Lagi

Demam Pada Anak!

1 Komentar

Oleh: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)

Demam Pada Anak

Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.

Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

  • Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
  • Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
  • Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
  • Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
  • Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC

Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman. Lagi

Bisakah Penderita Sakit Maag Berpuasa?

2 Komentar

BISAKAH PENDERITA SAKIT MAAG BERPUASA?

Perut, khususnya lambung merupakan reservoir (penyimpan) makanan. Di dalam lambung ini makanan dan minuman diterima, kemudian digiling dan dicampur. Selesai mencampur dengan bantuan asam lambung, kemudian diteruskan ke usus 12 jari (duodenum), dan akhirnya lambung dikosongkan kembali.

Merupakan suatu pantangan bagi penderita sakit maag, apabila membiarkan perut lama dalam keadaan kosong. Lalu bagaimana bila lambung dikosongkan dalam sehari karena menjalankan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, apalagi selama satu bulan penuh? Mari kita simak ulasan berikut.

BEBERAPA PENCETUS PENYAKIT MAAG

Beberapa faktor pencetus maupun penyebab penyakit maag di antaranya :

1. Faktor Asam Lambung.

Lambung sebenarnya terlindungi oleh lapisan mukus. Tetapi oleh karena beberapa faktor iritan (zat yang merusak) dari makanan, minuman, obat-obatan tertentu, alkohol dan zat-zat lainnya yang merangsang masuk melalui mulut akan menimbulkan efek atau kelainan lapisan mukus tersebut serta difusi balik ion H+ (bersifat asam). Asam lambung ini, jika berlebihan akan merusak lapisan mukus lambung tadi.

Selain itu stress yang dialami seseorang juga bisa memicu kenaikan asam lambung. Stress dan kecemasan memegang peranan penting pula dalam peningkatan asam lambung, khususnya penderita maag tingkat lanjut, yaitu sudah terjadi luka atau borok di lambung maupun usus 12 jari (tukak peptik).
Pada beberapa keadaan, seseorang bisa terkena penyakit maag akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, misalnya gagal ginjal, luka bakar berat, liver atau penyakit berat lainnya. Kondisi penyakit maag yang timbul akibat mengalami stress dengan penyakit utamanya ini disebut Gastritis Akut Stress.

2. Refluks Cairan Empedu.

Jika mekanisme penutupan otot penghubung antara lambung dan usus 12 jari tidak bisa bekerja normal, maka bisa terjadi refluks (aliran balik) dari cairan empedu sehingga menimbulkan difusi balik ion H+.

3. Infeksi Kuman Helycobacter Pylori.

Infeksi kuman Helycobacter Pylori juga berperan penting dalam menimbulkan penyakit maag yang berat, yaitu borok (tukak) baik di lambung maupun di usus 12 jari. Meskipun kuman inipun juga berhubungan dengan lingkungannya, yaitu asam lambung dan cairan empedu, kuman Helycobacter Pylori membentuk suatu zat (Cytokines Vacuolating) yang mempunyai efek toksik langsung pada sel epitel di lapisan mukosa.

GAMBARAN KLINIS PENDERITA MAAG

Gejala dan tanda-tanda penyakit maag, sebenarnya sudah diulas sekilas di edisi sebelumnya, namun akan lebih terinci lagi dalam uraian berikut ini.

Secara umum ada beberapa keluhan penderita maag, seperti mual, kembung, nyeri ulu hati, perih melilit, sering bersendawa, rasa terbakar, rasa penuh di ulu hati atau cepat merasa kenyang dan terkadang disertai muntah-muntah. Karena merasa kenyang terus, otomatis nafsu makan menjadi berkurang, dan akibatnya berat badan semakin menurun.

Apabila lambung maupun usus 12 jari sudah timbul borok (tukak), akan memperlihatkan gambaran luka-luka yang bisa disertai perdarahan. Gambaran ini bisa diperlihatkan melalui pemeriksaan endoskopi (peneropongan) lambung lewat alat yang dimasukkan mulut. Dengan pemeriksaan ini, dapat sekaligus bisa membuktikan adanya kuman Helycobacter Pylori.

Tukak yang terjadi pada usus 12 jari akan dirasakan penderita dengan nyeri yang hebat, sehingga dapat membangunkannya saat tengah malam. Tetapi rasa sakit ini bisa hilang setelah penderita makan dan minum obat penetral asam lambung (antasida) walau hanya sementara. Sebaliknya pada tukak lambung, rasa sakit yang timbul justru setelah makan. Pada keadaan yang telah parah, perdarahan bisa menyertai penderita saat muntah dan buang air besar dengan warna kecoklatan.

PENDERITA SAKIT MAAG BOLEH BERPUASA

Bila dilihat beberapa pencetus sakit maag dan gejala yang ditimbulkannya, maka penderita sakit maag bisa dikategorikan menjadi dua golongan, yaitu yang bersifat non organik (fungsional) dan yang bersifat organik.

Stress psikis seseorang dan asupan makanan minuman yang iritatif akan menimbulkan gangguan yang bersifat non organik. Sedangkan adanya kuman Helycobacter Pylori akan menimbulkan kelainan yang sifatnya organik. Kuman ini diketahui sebagai penyebab terbesar dari tukak peptik.

Keadaan sakit maag yang bersifat non organik bisa menjadi organik, bila penyakitnya bertambah buruk dan menjadi luka. Kadang kedua sifat tersebut saling berhubungan. Maka penderita sakit maag yang non organik (fungsional) inilah yang justru dianjurkan berpuasa.

Berpuasa, bisa menyebabkan tenang, baik pikirannya ataupun emosinya. Jiwa yang tenang pada seseorang akan menekan kenaikan asam lambung serta memperbaiki sirkulasi darah, yang berakibat kondisinya semakin baik.
Lambung ibarat mesin penggiling. Kadang perlu diistirahatkan, supaya kondisinya tetap baik dan awet. Dengan puasa yang menahan makan dan minum masuk ke dalam lambung, berakibat otot-otot penggiling dari lambung istirahat, sehingga akan menjadi lebih baik setelah selesai berpuasa.

Bagaimana dengan asam lambung yang dikeluarkan, apakah akan menggilas lapisan mukosa lambung?

Pada saat tidak berpuasa, tiap 3-4 jam lambung dikosongkan, selanjutnya seseorang akan merasakan lapar akibat rangsangan asam lambung. Jika kemudian diisi makanan, maka asam lambung akan bekerja kembali. Demikian rutinitas sehari-hari kerja lambung.

Pada orang yang berpuasa, dalam waktu 12-14 jam perut kosong tak ada makanan ataupun minuman, maka asam lambung pun tak akan terpacu lebih banyak untuk dikeluarkan. Jadi terjadi umpan balik negatif. Juga pada penderita sakit maag komplikasi stress ( Gastritis Akut Stress) bila penyakit utama tidak kambuh atau dalam tahap penyembuhan, maka dianjurkan berpuasa kecuali ada anjuran tertentu dari dokter.

MENCOBA BERPUASA BAGI PENDERITA SAKIT MAAG BERAT

Penderta sakit maag lanjut atau dengan riwayat pernah terjadi perdarahan saat muntah atau buang air besar, atau tipe organik yang diketahui dari endoskopi kondisi lambungnya penuh luka (lecet-lecet), maka harus dipertimbangkan terlebih dahulu untuk berpuasa dengan melihat kekuatan fisiknya.

Jika penderita sedang dalam perawatan dan pengobatan, maka dianjurkan untuk tidak berpuasa. Tetapi saat kondisi penyakit membaik, maka bisa dicoba terlebih dahulu dengan ketentuan program terapi bisa diganti pada malam hari. Meski diperbolehkan mengqadha` puasa pada hari lain dan tidak memberatkan, penderita sakit maag bisa mencobanya berpuasa, karena suasana berpuasa di bulan Ramadhan memang terasa lebih ringan dan nyaman. Demikian pula bagi ibu hamil muda dengan riwayat sakit maag boleh berpuasa dengan syarat kebutuhan kalori perharinya bisa terpenuhi saat malam hari, kecuali mereka yang dengan gejala muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum).

MEMPERHATIKAN DIET

Untuk lebih menjaga fisik penderita sakit maag dan mencegah kekambuhan, maka perlu diperhatikan jenis makanan yang boleh maupun yang harus dihindari. Makanan yang diperbolehkan dikonsumsi di antaranya: beras dimasak lunak, kentang rebus, biskuit, daging sapi tak bergemuk, hati, ikan, telur direbus atau didadar, susu, keju, tahu tempe direbus, santan encer, mentega, sayuran muda yang kurang serat dan tidak menimbulkan gas, seperti bayam, buncis, kacang panjang, labu siam, wortel, pepaya, pisang masak, apel, jambu biji. Teh dan kopi encer, sirup, sari buah, garam kecap, terasi, seledri, bawang merah dalam jumlah terbatas.

Adapun makanan yang tidak diperbolehkan antara lain : ketan, jagung, ubi, daging bergemuk, daging kambing, ikan yang diawetkan, kacang tanah, kacang tolo, kacang merah, santan kental, goreng-gorengan, sayuran mentah, kol, kembang kol, sawi kangkung, oyong, daun ubi, daun kacang, buah-buah segar dan mentah, buah yang dikeringkan manisan dan asinan buah, minuman bersoda, kopi dan teh pekat, bumbu-bumbu yang tajam, misalnya cuka, merica, cabe.

PENUTUP

Ibarat sebuah mesin, organ tubuh manusia membutuhkan istirahat. Dengan berpuasa ternyata akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih baik (sehat). Demikian pula khususnya bagi penderita sakit maag dengan pemicu kejiwaan maupun kenaikan asam lambung, insya Allah harapan kesembuhan akan lebih besar dengan berpuasa. Adapun penderita sakit maag berat atau tukak peptik, dianjurkan untuk tidak berpuasa, tetapi boleh mencoba terlebih dahulu.

Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Hanya Allah sajalah yang mengetahui tentang seluk-beluk diri manusia, sehingga kita meyakini, bahwa Allah benar-benar melindungi tubuh kita kerena ketaatan kita dalam menjalankan perintah-perintahNya.

Wallahu a’lam.

Sumber: Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 6, 7-8/Tahun X/1427/2006M [almanhaj.or.id]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: