Download Audio: Ekonomi Rumah Tangga Muslim (Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA) (Surabaya, 28 Februari 2013)

Tinggalkan Komentar

Berikut rekaman kajian umum bersama Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA yang diselenggarakan di Masjid Ahmad Yani – (Depan PENS-ITS) Surabaya, Jl. Tegal Mulyorejo Baru (TMB) no. 80 Surabaya, pada hari Kamis, 28 Februari 2013 Ba’da Maghrib.

Tema yang disampaikan ” Ekonomi Rumah Tangga Muslim “

Silahkan download kajiannya pada link berikut: Lagi

Hukum Makan Bekicot Halal atau Haram?

1 Komentar

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST, M.Sc

Bekicot_Halal_atau_HaramSaat ini kami mengangkat bahasan makanan bekicot atau keong. Di sebagian daerah sangat menyenangi makanan ini. Namun sebagian orang tidak menyukai dan menyatakan haram. Bagaimana tinjauan dalam masalah hewan yang satu ini?

Bekicot itu ada dua macam, ada bekicot darat dan bekicot air. Adapun bekicot darat digolongkan sebagai hasyarot (hewan kecil di darat seperti tikus, kumbang, dan kecoak [1]) yang tidak memiliki darah mengalir. Adapun bekicot air (disebut keong) digolongkan sebagai hewan air. Mari kita tinjau satu per satu dari jenis bekicot ini. Lagi

Bolehnya Makan dan Minum Sambil Berdiri!

7 Komentar

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Dalam masalah ini, sebagian orang bersikap terlalu keras. Demikian sikap kami pula di masa silam. Namun setelah mengkaji dan melihat serta menimbang dalil ternyata dapat disimpulkan bahwa minum dan makan sambil berdiri sah-sah saja, artinya boleh. Karena dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum sambil berdiri dan keadaan lain sambil duduk. Intinya, ada kelonggaran dalam hal ini. Tetapi afdholnya dan lebih selamat adalah sambil duduk.

Kami awali pembahasan ini dengan melihat beberapa dalil yang menyebutkan larangan makan dan minum sambil berdiri, setelah itu dalil yang menyebutkan bolehnya. Lalu kita akan melihat bagaimana sikap para ulama dalam memandang dalil-dalil tersebut. Lagi

Download Audio: Seluk Beluk Riba dan Kiat Menghindarinya (Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal) (Dammam, 16 Maret 2012)

1 Komentar

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian tematik yang diselenggarakan di Islamic Cultural Center Dammam, KSA bersama narasumber Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada hari Jum’at, 23 Rabiul Tsani 1433 / 16 Maret 2012

Tema yang disampaikan ” Seluk Beluk Riba dan Kiat Menghindarinya “

Silahkan download kajiannya pada link berikut: Lagi

Download Audio: Tanya Jawab Seputar Halal dan Haramnya Makanan (Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal) (Dammam, 13 Januari 2012)

2 Komentar

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian umum bersama Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ST yang diselenggarakan di Islamic Cultural Center (ICC) Dammam Arab Saudi pada hari Jum’at 19 Shafar 1433H / 13 Januari 2012.

Materi yang disampaikan ” Seputar Halal dan Haramnya Makanan “.

Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Silahkan simak kajiannya dengan mendownloadnya pada link berikut: Lagi

Download Audio: Fiqih Berziarah Kubur (Ustadz Abdullah Roy, MA) (Dammam, 06 Januari 2012)

2 Komentar

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian umum bersama Ustadz Abdullah Roy, MA yang diselenggarakan di Masjid Islamic Cultural Center Dammam Arab Saudi pada hari Jum’at 12 Shafar 1433H / 6 Januari 2012.

Materi yang disampaikan ” Fiqih Berziarah Kubur “.

Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Silahkan simak kajiannya dengan mendownloadnya pada link berikut: Lagi

Perbaiki Sujud Anda! Karena Itulah Keadaan Paling Dekat Dengan Allah

5 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

Saudaraku pembaca…

Keadaan kita yang paling dekat dengan Allah Ta’ala adalah ketika sujud maka sempurnakanlah sujud kita.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (HR. Muslim) Lagi

Download Audio: Tuntunan Menghadapi Orang Yang Kita Cintai Meninggal Dunia (Ustadz Zainal Abidin, Lc) (Tangerang, 04 Desember 2011)

Tinggalkan Komentar

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian bersama Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc yang diselenggarakan di Masjid Abu Bakar Ash siddiq, Cileduk pada hari Ahad, 4 Desember 2011.

Tema yang disampaikan ” Tuntunan Menghadapi Orang Yang Kita Cintai Meninggal Dunia “ merujuk pada buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian karya beliau, didalam kajian ini Ustadz Zainal sedikit bercerita tentang sejarah Wali Songo.

Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin, silahkan download kajiannya pada link berikut: Lagi

Download Audio: Adab dan Hukum I’tikaf (Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro)

2 Komentar

I’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.

Dalil Disyari’atkannya I’tikaf

Ibnul Mundzir mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf.” Lagi

Download Audio: Hukum Seputar Sholat Tarawih (Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro) (Sukoharjo, 07 Agustus 2011)

Tinggalkan Komentar

Abdurrahman bin Abdul Qariy berkata :

“Suatu malam di bulan Ramadhan, aku keluar bersama Umar bin Al-Khattab menunju masjid. Ternyata kami dapati manusia berpencar-pencar disana sini. Ada yang shalat sendirian, ada juga yang shalat mengimami beberapa gelintir orang. Beliau berkomentar : “(Demi Allah), seandainya aku kumpulkan orang-orang itu untuk shalat bermakmum kepada satu imam, tentu lebih baik lagi”. Kemudian beliau melaksanakan tekadnya, beliau mengumpulkan mereka untuk shalat bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu. Abdurrahman melanjutkan : “Pada malam yang lain, aku kembali keluar bersama beliau, ternyata orang-orang sudah sedang shalat bermakmum kepada salah seorang qari mereka. Lagi

Download Audio: Panduan Praktis Zakat (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc) ( Daurah Ramadhan 1432 H, Sukoharjo)

1 Komentar

Zakat berarti “tumbuh dan bertambah”. juga bisa berarti berkah, bersih, suci, subur dan berkembang maju.

Penunaian kewajiban pada harta yang khusus, dalam bentuk yang khusus, dan disyaratkan ketika dikeluarkan telah memenuhi haul (masa satu tahun) dan nishob (ukuran minimal dikenai kewajiban zakat). Zakat pun kadang dimaksudkan untuk harta yang dikeluarkan.

Nishab adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat Lagi

Hukum Kodok | Untuk Obat dan Makanan (Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)

6 Komentar

Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا

Dari Abdurrahman bin Utsman (ia berkata): “Sesungguhnya seorang tabib (dokter) pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kodok yang ia akan jadikan sebagai obat? Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang tabib tersebut membunuh kodok.”

HADITS SHAHIH. Telah dikeluarkan oleh Abu Dawud (no. 3871 & 5269 dan ini lafazhnya), Nasaa-i (7/210), Ahmad (3/453), Hakim (4/411) dan Baihaqy (9/258), mereka semuanya meriwayatkan dari jalan Ibnu Abi Dzi’b, dari Sa’id bin Khalid, dari Sa’id bin Musayyab, dari Abdurrahman bin Utsman (seperti di atas). Lagi

Seputar Mencukur Habis Rambut Kepala

Tinggalkan Komentar

Oleh: Ustadz Kholif Mutaqin

Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa mencukur rambut kepala hingga habis atau botak merupakan sebuah sikap zuhud dan cerminan seorang yang ahli agama. Hingga sekarang anggapan semacam ini mungkin saja masih berlaku bagi sebagian orang. Apakah benar demikian, mengingat adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi memelihara rambutnya hingga sebahu? Secara ringkas ada beberapa pendapat berkaitan dengan masalah mencukur rambut kepala hingga habis, namun kami hanya menyebutkan dua pendapat yang terkenal di kalangan ulama, yaitu:

I. Memelihara Rambut Sunnah dan Mencukurnya Makruh

Ibnu Qudamah berkata, ”Membiarkan rambut lebih utama daripada menghilangkannya. Ketika Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang seorang laki-laki yang memelihara rambutnya maka beliau berkomentar, “Ia merupakan sunnah jika memungkinkan untuk memeliharanya.” Beliau juga menyebutkan bahwa sembilan dari sahabat Nabi memelihara rambutnya, dan menyebutkan sebagian hadits yang menjelaskan bahwa rambut Nabi adalah hingga daun telinganya atau dalam riwayat lain hingga pundaknya. Lagi

Download Audio: Agar Ta’ziyah dan Ziarah Membawa Berkah (Ustadz Arman Amri, Lc)

Tinggalkan Komentar

Berikut kami hadirkan rekaman kajian rutin yang di selenggarakan di Masjid As-Sunnah Bintaro pada hari Ahad, 01 Mei 2011 di sampaikan oleh Ustadz Arman Amri, Lc. Pada kesempatan ini beliau mengetengahkan sebuah pembahasan utama, yaitu Agar Ta’ziah dan Ziarah Membawa Berkah.

Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.

Silahkan download pada link berikut: Lagi

Nikahilah Aku Tapi Dengan Syarat Tidak Berpoligami!!

5 Komentar

Oleh: Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda, MA

Pertanyaan:

Assalamu’alaykum Warohmatulloh Wabarokatuh

Ustadz firanda yang semoga ustadz dan keluarga mendapat penjagaan dari Allah, ana seorang akhwat yang saat ini sedang melakukan proses ta’aaruf dengan seorang ikhwan yang menuntut ilmu di Universitas Islam Madinah. Pertanyaan ana, mungkin ustadz sudah bisa menebak dari judul/subject message ini, yaitu apa boleh menolak untuk dipoligami ? Apakah seorang wanita boleh memberi syarat kepada seorang lelaki yang hendak menikahinya agar tidak boleh berpoligami?

Ana selama mengaji hampir 2 tahun, mendapat salah satu kaidah yaitu : lebih diutamakan menolak mafsadah (kerusakan) daripada mendapat maslahat (manfaat)’. Ana, jujur merasa berat kalau nanti harus dipoligami ustadz. Tidak hanya masalah perasaan tapi juga dari pihak keluarga ana yang sangat memandang rendah terhadap laki-laki yang beristri lebih dari satu. Selain itu juga, ikhwan yang sedang berproses ta’aruf dengan ana juga belum punya pekerjaan alias hanya mengandalkan uang beasiswanya. Ana takut jika nanti ikhwan tersebut ada niatan untuk poligami dan nekat untuk menikah lagi padahal dari sisi dunia keluarga ana melihat belum mampu/miskin, keluarga besar ana akan melihat betapa jeleknya orang Islam yang hanya memikirkan syahwat dan syahwat tanpa memikirkan bagaimana menafkahi nanti. Ana bukanlah akhwat pondokan dengan background keluarga yang mengenal Islam dengan baik, saudara ana juga ada yang non-Islam. Ana dulu berkuliah dan mengaji di salafy sejak semester 6.

Mohon nasehat dari ustadz, wa Jazaakumullohu Khoyro. Lagi

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 392 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: