JAKARTA (gemaislam) – Beberapa waktu lalu TV One meminta maaf kepada DR. Muhammad Arifin Badri akibat pemberitaan yang salah tentang terorisme. Pagi tadi, Selasa (9/10) stasiun TV ini memberitakan penangkapan seorang terduga teroris di Depok. Dalam pemberitaan tersebut, rekaman video didominasi dengan pengambilan gambar rumah terduga teroris yang di bagian pintu depan rumah terdapat stiker Islami.

Stiker itu bertuliskan “Radio Rodja 756 AM, menebar Cahaya Sunnah” dan stiker lain “Warning, Islam Agamaku, Alquran Kitabku” dan “Warning, Punya Majelis Rasulullah SAW.”

Tidak jelas apa pesan yang ingin disampaikan TV itu. Tapi setidaknya penonton acara tersebut akan menilai bahwa pemilik rumah yang juga terduga teroris ada kaitannya dengan stiker tersebut.

Saat ini pihak Radio Rodja baru meminta klarifikasi kepada TV One sebatas komentar dalam video di website stasiun tv itu.

“Mohon penjelasan TV ONE , berita diatas, mengapa stiker Islam agamaku dan Al Qur’an kitabku juga logo radio rodja di ambil gambarnya? apa ada maksud tertentu dibalik itu? terima kasih,” Ujar Kepala editing dan siaran Radio Rodja, Abu Abdirrahman Fawwaz dalam akun Faceebooknya.

Selama ini radio Rodja dikenal sebagai penentang dan sangat anti terhadap ajaran teroris. Maka sangat lucu jika TV One ingin mengaitkan radio Ahlussunnah tersebut dengan jaringan teroris. Dan bukan hanya stiker radio rodja saja, apa maksud TV One menyorot tulisan “Islam Agamaku, Al Quran Kitabku?” apakah ingin mengaitkan ajaran terorisme dengan Islam dan Al Quran?..Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun. (bms)

Artikel: GemaIslam.com publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com

Artikel terkait:

Pelanggaran Berat TV One: Foto Tokoh Publik Disiarkan dalam Skema Jaringan Teroris!
Ustadz Ali Saman: TV One Tidak Cukup Hanya Klarifikasi!
Ustadz Arifin Badri di TV One: Hendaknya Masyarakat Menjadi Partner Pemerintah yang Produktif dalam Memerangi Terorisme (Plus! Video)