JAKARTA (gemaislam) – Setelah banyak protes ditujukan kepada TV One terkait pemberitaan DR. Muhammad Arifin Badri yang dituduh terlibat jaringan teroris, sore tadi sekitar pukul 17. 50 WIB pihak TV One melakukan klarifikasi.

Dalam klarifikasi itu disebutkan bahwa DR. Muhammad Arifin Badri bukan terduga teroris bernama Baderi yang telah ditangkap Densus 88.

Terkait klarifikasi tersebut, ketua Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad (HAPIA) Tengaran, Ustadz Ali Saman Hasan, Lc, MA menanggapinya kurang puas.

“TV One tidak cukup hanya klarifikasi, besok Ustadz Arifin akan meminta hak jawab ke TV One,” Ujar Ustadz Ali Saman kepada gemaislam.com via sambungan telepon, Selasa malam (25/09).

Ustadz Ali Saman menambahkan, karena ini terkait pencemaran nama baik maka ustadz Arifin sendiri yang harus mengklarifikasi dan disiarkan oleh TV One.

“Jika TV One tidak memenuhi hak jawab Ustadz Arifin, kita akan laporkan TV One ke KPI dan Dewan Pers,” terang Ustadz Ali saman.

DR. Muhammad Arifin Badri adalah alumni pesantren Islam Al Irsyad Tengaran dan menyelesaikan pendidikan S1 sampai S3 dii Universitas Islam Madinah KSA, da’i yang aktif berdakwah dan dikenal luas oleh kaum muslimin. Beliau menjadi pemateri tetap di Insan Tv, Radio Muslim Jakarta, Radio Rodja Cileungsi dan beberapa radio dakwah di seluruh Indonesia. Selain itu beliau menjadi Pembina Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad (HAPIA) Tengaran dan Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), dosen tetap di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember dan dosen pasca sarjana di universitas Muhammadiah Surakarta (UMS). (bms)

Artikel: GemaIslam.com publish kembali oleh Moslemsunnah,Wordpress.com