Ustadz Zaenal Abidin Syamsudin, Lc

Sampai sekarang aliran sesat Ingkar Sunnah Isa Bugis masih terdengar nyaring gaungnya dan dan masih tetap populer dikalangan beberapa orang munafik kampus, sebuah pemikiran dan paham sesat yang dirintis oleh seorang yang bernama Isa Bugis lahir tahun 1926, di kota Bhakti Aceh Pidie, tinggal di daerah Kayu Manis Jakarta Timur.

Isa Bugis berusaha memahami dan menganalisa ajaran agama Islam berdasarkan teori pertentangan antara dua hal. Seperti idiologi komunis dengan kapitalis, antara nur dan zhulumat. Ia berupaya untuk mengilmiahkan agama dan kekuasaan Tuhan dan akan menolak semua perkara yang tidak bisa diilmiahkan atau tidak bisa diterima oleh akal, sehingga ajaran Isa Bugis ini banyak diikuti oleh kaum intelektual yang cenderung lebih memberhalakan akal dan pikiran.

Banyak sarjana yang tertarik dengan ajaran Isa Bugis sebelum tahun 1990-an. Banyak Dosen Agama Islam IKIP Negeri Rawamangun Jakarta (kini namanya UNJ –Universitas Negeri Jakarta) terdiri dari pengikut Isa Bugis. Kelompok pengikut Isa Bugis di IKIP Negeri Rawamangun bisa dikatakan sudah menguasai pola pemikiran Isa Bugis pasti akan sulit

untuk lulus ujian mata kuliah agama Islam. Para pengajar yang sudah berpaham Isa Bugis itu menyusun pelajaran agama khusus untuk mahasiswa IKIP dan dijadikan buku wajib untuk pegangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang menjadi korban (tidak lulus) karena tidak mau mengikuti materi dalam buku itu. Setiap diadakan perlawanan selalu mahasiswa dikalahkan (Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, hal. 38 karya Hartono Ahmad Jaiz).

Pokok-pokok Ajaran Isa Bugis:

1. Air Zam-zam di Makkah adalah air bekas bangkai orang Arab.

2. Semua kitab tafsir al-Qur’an yang ada se karang harus dimusiumkan, karena semuanya salah.

3. Menolak semua mukjizat para Nabi dan Rasul, seperti kisah Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya dalam al-Qur’an adalah donge ng Lampu Aladin.

4. Nabi Ibrahim menyembelih Ismail adalah dongeng.

5. Ka’bah adalah kubus berhala yang dikunjungi oleh turis setiap tahun.

6. Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid dan sejenisnya adalah syirik. Ulama yang mengejarkan ilmu ini harus disingkirkan ke Pulau Seribu.

7. Al-Qur’an bukan bahasa Arab, sehingga untuk memahami Al-Qur’an tidak perlu belajar bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya.

8. Setiap orang yang intelek diberi kebebasan untuk menafsirkan al-Qur’an walau tidak mengerti bahasa Arab.

9. Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pembangkit imperialisme Arab.

10. Ajaran qurban pada waktu ’Idul Adha tidak ada dasar kebenarannya.

11. Mubaligh-mubaligh Islam yang menyebarkan agama ke luar tanah Arab adalah pemabuk zhulumat yang haus darah dan harta.

12. Indonesia adalah di antara sekian banyak korban-korban dari kebiadaban Arabisme.

13. Lembaga pembaru (yang dipimpin oleh Isa Bugis) adalah Nur, sedangkan orang atau golongan di luar Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah zhulumat, sesat.

14. Sekarang masih periode Makkah sehingga belum diwajibkan shalat, puasa dan lainnya. Begitu juga minuman yang memabukkan seperti khamr dan sejenisnya belum diharamkan.

Disalin dari : Ensiklopedi Penghujatan Terhadap Sunnah, hal 409-410 karya Zaenal Abidin Syamsudin, Lc

sumber: ibnuramadan.wordpress.com