Beberapa tahun yang lalu sekitar 2006 M, muncul sebuah buku “hitam” yang berisi celaan terhadap Salafiyyun maupun Dakwah Salafiyyah yang diberkahi ini. Sebuah buku yang berisi kerancuan dan tuduhan yang sangat menyesatkan terhadap dakwah Islam yang suci ini. Buku “hitam” tersebut berjudul Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan (MKSS) yang disusun oleh Tim Studi Kelompok Sunniyyah [baca: Tim Studi Kelompok Sururiyyah]. Sedangkan pengedar buku tersebut adalah HASMI (Harakah Sunniyyah Masyarakat Indonesia) [baca: Harakah Sururiyyah Masyarakat Indonesia] yang berada di bawah naungan Yayasan Al Huda, Bogor.
Mereka dengan penuh kebodohan (dan kebingungan) ingin membatalkan wajibnya penisbatan terhadap istilah Salafiyyah dan Salafiyyun. Mereka pun dengan bangga (di atas kesesatannya) mencela para ulama Islam. Serta masih banyak lagi tuduhan dan celaan mereka terhadap dakwah Islam (baca: Salafiyyah) di dalam buku tersebut.
Tidaklah mengherankan apa yang mereka lakukan, karena begitulah sifat ahli bid’ah. Ketahuilah, “Di antara ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar!” Demikian perkataan dari Imam Abu Hatim Ar Razi –rahimahullah- (Ashlu Sunnah hal 24.).
Akan tetapi, Allah tidak akan pernah membiarkan agama yang suci ini dilecehkan oleh para pengikut kesesatan. Allah Rabbul ‘Arsy telah berfirman,

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci (QS. Ash Shaf: 08)
Selain itu, pasti akan ada sekelompok orang (ahli ilmu) yang akan melakukan pembelaan terhadap dinul haq ini. Hal ini seperti yang diisyaratkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabda beliau yang mulia,
Senantiasa ada golongan dari umatku yang membela kebenaran (sunnah). Tidaklah membahayakan mereka orang yang menghinanya sampai datang ketentuan Allah pada hari kiamat. (HR. Muslim: 3554)
Walaupun musuh-musuh Islam begitu semangat melakukan makar, mereka pasti akan dikalahkan, dan agama yang mulia ini akan tetap berkibar hingga Yamus-Sa’ah nanti. Sungguh indah syi’ir dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,
Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujianJanganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar Rahman (Lihat al Kafiyah asy Syafiyah no. 217)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun pernah berkata,
“Termasuk sunnatullah, apabila Dia ingin menampakkan agama-Nya, maka Dia membangkitkan para penentang agama, sehingga Dia akan memenangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan, karena kebatilan itu pasti akan hancur binasa” (Al Uqud ad Durriyyah Ibnu Abdil Hadi hal. 364).
Jadi, sesungguhnya celaan para ahli bid’ah terhadap dakwah Salafiyyah, pada hakekatnya justru semakin mengangkat kemuliaan dan membuktikan kebenaran dakwah Salafiyyah!
Selanjutnya, berkenaan dengan HASMI –organisasi yang “mengaku” sebagai Ahli Sunnah- yang menyebarkan buku MKSS, kami pernah mendengar langsung ucapan salah satu ustadz HASMI di Masjid Al Hikmah, Jatinangor, sekitar dua tahun yang lalu. Beliau –hadahullah- dengan bangganya melakukan pembelaan terhadap seorang tokoh pemecah belah umat, yaitu Muhammad Surur Zainal Abidin (pendiri manhaj Sururiyyah) beserta majalah al Bayan yang diterbitkannya di negeri kuffar London.
Juga pembelaan beliau terhadap tokoh teroris internasional yang mempunyai ciri-ciri pemikiran Khawarij, yaitu Osama bin Ladin –hadahullah-. Dengan bangganya beliau membela tokoh-tokoh tersebut berdasarkan manhaj Muwazanah ala firqoh Sururiyyah. Anehnya, beliau (dan pengikuti HASMI lainnya) pun dengan penuh ke-PD-an, mengaku sebagai pengikut Sunniy, Ahlus Sunnah wal Jama’ah?!
Benarkah klaim mereka (HASMI) bahwa mereka adalah pengikut Ahlus Sunnah seperti yang tertulis di buku MKSS? Insya Allah, dengan menelaah (baca: radd) buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan yang mereka sebarkan, kita akan dapat menyingkap hakekat dakwah HASMI yang sebenarnya. Apakah dakwah mereka termasuk dakwah Ahlus Sunnah-Sunniyyah yang selama ini mereka gembar-gemborkan? Ataukah merupakan dakwah Hizbiyyah Sururiyyah ala Muhammad Surur Zainal Abidin?!
Sepertinya perkataan seorang penyair berikut ini, sangat cocok jika kita hadiahkan kepada HASMI yang mengaku sebagai Ahli Sunnah,
Dan setiap pengakuan yang tiada bukti
Maka pengakuannya hanya pembual semata
Alhamdulillah, seorang ustadz Ahli Sunnah di negeri ini yang ilmunya insya Allah tidak diragukan lagi, yaitu Al Ustadz Aunur Rafiq Ghufran hafizhahullah telah membantah buku MKSS dalam pengajiannya. Pengajian tersebut dilaksanakan di Kota Solo setahun setelah buku MKSS diedarkan.
Juga di dalam majalah kesayangan kita, majalah Al Furqon pada rubrik Kitab –majalah Edisi Januari 2007 (Edisi 5 Tahun 6 – Dzulhijjah 1429 H)-, terdapat ringkasan bantahan terhadap buku MKSS yang ditulis oleh Ustadz Abu Ahmad As Salafy –jazahullahu ahsanal jaza’-. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan asatidzah pengasuh majalah Al Furqon yang tidak pernah bosan membantah buku-buku sesat yang beredar di tengah-tengah masyarakat kita. Amin.
Pada kesempatan kali ini, kami sajikan rekaman kajian bantahan terhadap buku MKSS yang diberi judul Waspadalah Terhadap Kedustaan, Kebingungan, dan Kesesatan Buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan.
Silakan download:
Muqaddimah oleh Ustadz Arief Budiman, Lc.
Materi Kajian (Bantahan) oleh Ustadz Aunur Rafiq, Lc.
Tanya Jawab Kajian oleh Ustadz Aunur Rafiq, Lc.
Semoga usaha ini bermanfaat.
Sumber: Salafiyunpad.Wordpress.com











ibnu saleh
Jun 17, 2009 @ 10:16:48
assalamu ‘alaikum,
afwan akhi, rekaman audio tentang hasmi nggak ada di shalafishare. Kalau antum punya link donload lainnya tlg kirim ke email saya. jazakallohu khoir… (Di 4shared ana cuma nemu tanya jawab ama muqodimahnya saja).
kang mas
Agu 11, 2009 @ 15:05:06
saya anggota HASMI.. biasa-biasa aja tuh…
Syukran yah…
hamzah
Agu 12, 2009 @ 08:02:43
assalamualaikum akh, ana juga minta tolong kirimin rekamannya ke e mail ana yah?? d salafishare nggak ada rekamannya, jazakallahu khairon
munir
Agu 12, 2009 @ 18:40:37
Ana Pengikut setia HASMI Jak – Ut : Bermaksud untuk mengingatkan kepada agen MoSAd Internasional yang selama ini merasuki kepemikiran Salafi Murji’ah Tulen untuk memandulkan Da’wah Amar Ma’ruf Nahyi Munkar
Baraakallahufikum, tolong jelaskan kepada kami salafi murjiah itu apa? setau kami terminologi salaf ialah generasi pertama dan terbaik dari ummat (islam) ini.yang terdiri dari shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan para imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/masa) pertama yang di muliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
sedangkan murji-ah adalah termasuk ahlul bid’ah dari firqah yang seat dan menyesatkan, murji-ah terbagi menjadi tiga golongan:
01_ Mereka yang mengatakan bahwa iman itu hanya di hati saja tidak ada sangkut pautnya dengan lisan (ucapan) dan perbuatan. mereka inilah murji-ahnya Jahmiyyah
02_ Mereka yang mengatakan bahwa iman adalah ucapan dengan lisan semata-mata, tanpa ikatan hati dan perbuatan. mereka ini murji-ahnya Karramiyyah
03_ Mereka yang mengatakan bahwa iman itu ialah membenarkan di hati dan di ucapan dengan lisan. sedangkan perbuatan tidak termasuk di dalam bagian keimanan. mereka inilah murji-ahnya para fuqaha
04_Mereka yang menyatakan bahwa iman hanya sebatas pembenaran saja. mereka ini Al-Asyaa’irah (Asy’ariyyah)
(lihat kitab: Mulia Dengan Manhaj Salaf [506-507], Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas). Diringkas dari kitab:al-Milal wan-Nihal, oleh Syahrastani, Wasathiyah Ahlus Sunnah dan Murji’atul ‘Ashr, karya Syaikh Dr. Khalid bin ‘Ali an-Anbari.
Jelas perkatan antum tentang “salafi murji-ah” adalah sedusta-dusta perkataan (hendaknya antum bertaubat dari perkataan tersebut), sebab secara langsung ataupun tidak langsung antum menuduh para Shahabah Rasulullah dengan tiga generasi setelahnya memiliki ‘aqidah murjiah (seperti di jelaskan diatas) innalillahi, padahal mereka adalah sebaik-baik manusia setelah nabi dan Rasul shalallahu’alaihi wa sallam.
munir
Agu 13, 2009 @ 11:01:41
antum salah faham akhi…kita sudah mafhum…seluruh 3 generasi yang Alloh muliakan itu adalah sebaik – baik kurun..ini bukan tertuju pada mereka…Rodhialhu’anhuum..subhanalloh…..antum fahami betul…makna Murjiah..dan bisa jadi antum adalah murjiah…Seluruh para Fuqoha sepakat iman itu adalah meyakini dengan hati mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan..kalau dari salah satu tiga bagian ini ada yang hilang itu adalah bagian dari identifikasi Murjiah. dan dari mana antm mengatakan bag. 03 adalah penetapan murjiah Fuqoha ? memang ada murjiah fuqoha?…antm harus ngaji yang benar jangan hanya taklid buta semata.pelajarilah kitab para ulama Salaf yang benar!!!
As-Salafy
Sep 15, 2009 @ 23:00:47
Ternyata inilah sururi yang tulen..!
ummu sakinah
Sep 26, 2009 @ 10:25:51
kajian ust.Aunur rofiq hafizhohulloh kok cuma 1.
tolong dong bagi ikhwah yang punya rekaman kajian beliau yang lain supaya di upload terutama kajian baru2 ini ketika beliau ke cikarang
semoga bermanfaat
gaptek
Sep 26, 2009 @ 10:31:46
ga bisa di download akh……..
peduli ukhuwah
Sep 29, 2009 @ 23:28:49
Cuma mengingatkan kpd ikhwah semua akan pentingya menjaga kehormatan dan agama sdra2 kita. Pentingnya menjaga lisan kita dari menyakiti sdra sendiri. Ingat sabda Rasulullah, bahwa beliau menjamin seseorang yang bisa menjaga mulut dan kemaluan. Artinya jika seseorang tdk bisa menjaga 2 hal diatas, maka tiada jaminan itu.
Satiap berita (miring) yg kita dapat tentang sdra kita, maka hrs ada bentuk tabayun (cross check). Kecuali jika memang mereka tdk kita anggap sbg sdra (kafir). Inilah bentuk wala dan bara kita. Bentuk penjagaan terhadap ukhuwayh Islamiyah. Saya gak menuduh siapapun dalam hal ini. Cuma tanasuh bainana aja.
Saya sendiri pny kenalan dari salafi (malah saya suka ikut kajian Ust-ustnya, diantaranya ust. Zaenal Abidin, Ust. Abdul Hakim dan ust. yazid). Saya juga kerap mendengarkan kajian2 yg membahas tentang HASMI. Baik secara langsung, rekaman atau dgr informasi dari ikhwah yang memang kebetulan ikut kajian tsb. Buku-buku atau artkelnya juga pernah saya membacanya
Pun saya pny kenalan juga org HASMI, malah sempat beberapa kali ikut kajiannya. Saya sempat menanyakan tentang tuduhan “sururi” atau “khawarij” kepada org yang berkompeten di HASMI. Jawabannya cukup memuaskan jika ditimbang secara dalil, dan menyejukkan krn tanpa memojokkan org yang melempar “tuduhan”. Masya Allah
Saya juga sempat menyinggungnya sdkt ketika ada “forum diskusi kecil” ikhwah HASMI. Mereka ttp menanggapinya dg kepala dingin, dan kata2 yg santun. Ada jg sih yang keliatan kurang bisa mengendalikan diri, tp segera diingatkan oleh ikhwah yg lain. Subhanallah..
Tentang TSKS yg terbit, secara pribadi saya termasuk org yang kurang setuju atas terbitnya kutaib ini. Tetap saya tanyakan kpd mereka knp HASMI bisa menerbitkan buku ini (TSKS)? Bukankah bisa memicu api konflik yg lebih besar lagi? Jawab: penerbitan buku ini tdk lepas dari perdebatan didlm internal HASMI sendiri. Tapi seiring gencarnya ikhwah salafi “memerangi” dai-dai HASMI didaerah, maka dg segala pertimbangannya buku inipun terbit juga. Itupun penyebarannya dibatasi hanya didaerah2 yang “rawan konflik”. Artinya mereka sendiri tdk serampangan dalam memutuskan utk menerbitkan buku tsb.
Akhirnya, dalam sudut pandang saya, HASMI telah sanggup menjawab semua “tuduhan” yang ditujukan pada mereka dg bijak dan berdiri diatas dalil yang bisa dipertanggungjawabkan.
Saya tidak menuntut kpd ikhwah salafi spy pny kesamaan pandang dg saya. Saya cuma berharap, bahwa Ikhwah salafi bisa melihat Ikhwah di HASMI dalam kacamata persaudaraan. Jika salah diingatkan secara baik2 dg tetap menjaga kehormatannya. Bukankah ada seorang ulama (entah sahabat atau selainnya, saya lupa) yang blg jika kita menasehati seseorang sembunyi2 maka kita telah benar2 menasehatinya, lalu jika kita menasehatinya di dpn org banyak, maka kita justru telah menjelek2kannya. Begitupun sebaliknya.
Wallahu ‘alam
Resmana
Nov 26, 2009 @ 22:43:58
Link nya udah ga bisa yahhh???
Resmana
Nov 26, 2009 @ 22:44:24
??
Ibnu Munawi
Jan 04, 2010 @ 11:33:59
saya setuju dengan pendapat “peduli ukuwah”.
Rizal
Apr 24, 2010 @ 10:59:36
Saya salah satu anggota hasmi, bagi saya hasmi yang tebaik
M. Abu Fatih
Jun 07, 2010 @ 14:17:50
Organisasi yang kerjaannya mencela sana mencela sini, bid’ah sana bid’ah sini, pasti akan disibukkan dengan urusan debat, debat dan debat yang tidak akan ada habisnya.
Kalau model dakwah kalian seperti ini lantas bagaimana bisa membangkitkan umat??!!
ikhwan sby
Jul 23, 2010 @ 18:11:52
manusia mencari ilmu berdasarkan kitab-kitab shahih, tetapi ingat kebenaran hanya pada Allah SWT semata, oleh sebab itu jangan saling mencela merasa paling benar…perkuat ukhuwah islamiyah, hargai pendapat saudara-saudara kita yang lain, jangan ada rasa iri melihat saudara sesama muslim kita berhasil, berhasil membangun sekolah, Rumah sakit, Radio dakwah dsb…marilah kita bekerja sama dan memperkuat silaturrahim…
ana
Jul 26, 2010 @ 01:41:17
Bagi saudara2 kita yang awam… tentunya semua dalil yang diajukan padanya akan nampak sebagai kebenaran… Akhirnya jadi kebingungan “Lalu manakah yang benar?”, maka senantiasa dia terombang-ambing dalam lautan SYUBHAT apabila dia tidak mau beriman sebagaimana para sahabat dulu beriman (lihat tafsir Ibnu Katsir di awal surat Al Baqoroh).
Maka berimanlah kalian para saudaraku yang di HASMI atau simpatisan HASMI atau siapa saja yang terpengaruh dengan pemikiran HASMI, berimanlah kalian…pahamilah dalil2 dari Qur’an dan SUnnah dengan pemahaman para Sahabat… dengan pemahaman para Ulama yang senantiasa mengikuti mereka. Karena saya melihat saudara2 di HASMI, mereka berdalil dengan Qur’an dan Sunnah akan tetapi mereka pahami dengan pikiran sendiri… tidak dengan perkataan para ulama Salaf atau kalaupun mengambil perkataan ulama maka hal itu (sebagaimana kebiasaan mereka) maka dipotong-potong dan tidak komprehensif.
Dan hendaknya ukhuwah dibangun di atas aqidah dan manhaj yang benar, janganlah ukhuwah dibangun atas aqidah kanan-kiri boleh… maka persatuan tersebut layaknya persatuan orang2 Yahudi dan Nasrani… seolah2 mereka bersatu tetapi hati mereka berpecah belah. Dahulu ketika kaum muslimin berperang dengan bangsa Tartar… maka di antara kaum muslimin ada yang rusak aqidahnya (diantaranya dengan mendatangi qubur2 ‘keramat’ untuk ngalap berkah) maka hal ini diingatkan oleh Syaikhul Islam walau beliau dihalang-halangi oleh Amir saat itu karena di’khawatirkan’ bisa melemahkan-memecah belah kekuatan pasukan islam… tapi Syaikhul Islam tetap teguh dalam dakwah beliau memurnikan aqidah umat.
Dan saya melihat saudara2 kita dengan pemikiran model HASMI, banyak yang santun2 ucapannya… bahkan ketika mencela para pemimpin Islam… mencela para ulama… hatta mengkafirkan… tetap dengan senyum dan sikap yang santun dan ucapan yang lembut. Akan tetapi bahaya yang ditimbulkan sangatlah besar…
Maka senantiasa kita mohon petunjuk kepada Allah… agar senantiasa kita berada di atas jalan yang lurus… jalan para Salafus Shoolih… jalan para salafiyyin… kepada diri kita sendiri, kepada saudara2 kita di HASMI… kepada simpatisan HASMI dan saudara muslimin lainnya
teungku HASMI
Agu 21, 2010 @ 05:29:34
silahkan anda berkoar tentang kejelekan HASMI…
tapi kami akan terus bergerak mengIslamkan masyarakat dengan Islam yang murni menju shorothul mustaqim…lalu kepada Alloh lah semua urusan akan kembali…dan Dia lah yang mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil…
lalu apakah antum sudah merasa benar sendiri???
semoga kita diberikan hidyah oleh Alloh….dan ditunjukan kepada kita jala yang benar…
(mau bagkit gimana umat Islam ini..toh dari tubuh Islam sendiri masiih aja..hatta bermanhajkan yang sama..eh malah saling sikut bin usil bin risih…)
Abu Ziyad Abdul Qowiyy
Nov 12, 2010 @ 21:58:41
HABISLAH WAKTU KITA KALO CUMA UNTUK DEBAT DAN BERBANTAH2AN…. JANGAN PEDULIKAN BOROK2 YANG ADA…. LANJUTKAN UNTUK PEMBENTUKAN MASYARAKAT ISLAMI… MAJU TERUS HASMI… MASIH BANYAK UMAT YANG MEMBUTUHKAN SECERCAH HIDAYAH INI…. INGAT HASMI… KITA HARUS BERJUANG…. KITA TADAK BISA MENIKMATI KESHOLEHAN KITA SENDIRI… MANA ALLOH DI HATI KITA KALO KITA TIDAK MAU BERGERAK
Abu Khalid Al Bughury
Nov 22, 2010 @ 10:51:24
Sesungguhnya Dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah yang dikenal dengan ASWAJA yang telah dibawakan oleh pengaku pemegang bendera Salafiyyah yang mengklaim mereka paling benar yang menisbatkan dirinya sebagai seorang Salafi atau Salafiyyun adalah tidak pernah menyatakan dirinya dengan As-Salafi/Salafy, Al-Atsari, Salafiyyun dan yang semisalnya adalah tidak ada asal usulnya sebab Masyayikh Rujukkan mereka Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (Syaikh Ibnu Al-Fauzan) Hafidzhahulloh berkata: ” Salaf adalah Hijbulloh (Golongan Alloh) yang beruntung, adapun penamaan dengan As-Salafi atau Al-Atsari tidak ada asal usulnya, yang wajib adalah seseorang mengkaji dan mencari kebenaran serta mengamalkannya ”. (Lihat Buku ” Beda Salaf dengan Salafi harusnya sama kenapa Beda?, dilengkapi Fatwa Ha’iah Kibarul Ulama, Karya: Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Muth’ab bin Suryan Al-’Ashimi Hafidzhahulloh Terbitan: Media Islamika Hal. 140-143, yang anehnya Buku ini dibantah oleh Kalian dengan Judul Beda Salaf dengan Hijbi!, apakah ini yang dinamakan Dakwah Salafiyyah saling Membantah).
Yang anehnya mereka ( yang mengaku pengikut salaf ) menjadikan Aqwal Rizal (Pendapat Para Tokoh) sebagai standar Manhaj (Pemahaman) padahal menurut Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana yang telah ditegaskan oleh para Ulama Rabbani adalah sumber hukum baik dalam masalah Aqidah maupun yang lainnya adalah bersumber kepada Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Ijma’ Salafush Shalih yakni para Pendahulu Ummat yang Sholeh Seperti Para Shahabat Ridwanulloh ’Ajmain, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in yang mendapat petunjuk itulah yang patut diikuti dan Ijma’ Ummat secara Umum. Akan tetapi dikalangan pengikut Salafi atau Salafiyyun ini Aqwal Rizal (Pendapat Para Tokoh) di jadikan sebagai standar Manhaj yang dapat mengeluarkan seseorang atau kelompok, Tandzim (Organisasi) Islam, Harakah, Jama’ah dari Ahlussunnah wal Jama’ah padahal Manhaj bukan sebagai standar figuritas dan seharusnya yang patut kita ikuti adalah pedoman Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai Manhaj Salafush Shalih dan Ulama Rabbani bukan menjadikan para tokoh baik Kyai, Syaikh, Ustadz, Da’i, dll sebagai figuritas yang harus di ikuti baik dalam perkataan mereka, perbuatannya, tingkah lakunya, bukankah Rasululloh panutan kita).
Aneh bin ajaib betul mereka yang mengaku pembawa bendera Salafiyyah yang paling benar dan gampang sekali mereka menuduh para Ulama, Du’at dan Mujahidin dengan kata-kata yang tidak enak di dengar seperti gampang sekali mereka menuduh saudara sesama muslim yang tidak sejalan dengan Fikroh (Pemikiran) dirinya dengan kata-kata seperti Sururiyyun, Quthubiyyun, Takfiriyyun, Hijbiyyun, Khawarij, dll (Walaupun hingga saat ini kita tak pernah mengetahui secara jelas apa itu perkataan seperti itu yang seharusnya tidak etis untuk dikatakan oleh seorang muslim) atau cacian-cacian lain yang tidak kalah buruknya. Pengakuan mereka sebagai pemegang bendera dakwah Salafiyyah di manapun perlu di ukur secara benar menurut Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah. Bukan semata pengakuan atau Tazkiyyah (Rekomendasi) dari Masyayikh mereka saja.
Karena penentu kebenaran itu adalah Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut Pemahaman As-Salaf Ash-Shalih (Salafush Shalih), terkadang seharusnya mereka itu harus ta’bayun (Klarifikasi/cek dan ricek) dan Tasabbut (Mencari data akurat) terlebih dahulu sebelum mereka mengatakan seseorang atau Tandzim (Organisasi) Islam, Harakah atau Jama’ah yang di tuduh oleh mereka yang mengaku pengikut salaf. Renungkanlah dan periksa QS. 17:36, Tafsir dalam ayat ini adalah kita dilarang berkata tanpa ilmu, bahkan hanya dugaan dan khoyal ”. (Tafsir Ibnu Katsir).
Dan periksalah kembali QS.4:94, oleh karena itu kita harusnya diperintakan Ta’bayun dan Tasabbut dalam seluruh keadaan yang akan mengarah terjadinya kesamaran (Isytibah) sampai jelas masalahnya dan tegas kebenaran dan ketepatannya. (Lihat Kitab Taisir Al-Karim Ar-Rahman fii Tafsir Kalam Al-Mannan, Karya: Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Abdurrahman bin Natsir As-Sa’di Rahimahulloh, Hal. 195). Oleh karena itu wahai kalian yang mengaku pengikut salaf baik Ulama, Du’at dan Jama’ahnya dengarlah kalian seharusnya anda bersikap bijak dalam berbicara jangan gampang menuduh tanpa bukti saudara kalian dengan kata-kata yang tidak enak di dengar.
Padahal Masyayikh rujukkan kalian diantara satu dengan yang lainnya tidak ada yang saling menuduh, memojokkan, menghina sebelum mereka Ta’bayun dan Tasabbut terlebih dahulu, apakah ini yang dinamakan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah? Wahai yang gampang sekali menuduh saudara sesama Muslim dengan kata-kata yang tidak enak di dengar, padahal Masyayikh rujukkan kalian berfatwa seharusnya kita walaupun berbeda Tandzim (Organisasi) Islam, Harakah, Jama’ah atau golongan yang seharusnya kita bersikap Ta’awun (yakni bersikap bekerjasama, gotong royong & saling menasehati) antara satu dengan yang lainnya bukan hanya saling menuduh sebelum kalian Ta’bayun dan bersikap Tasabbut, ingatlah wahai kalian yang mengaku pengikut salaf kesalahan fatal kalian adalah gampang sekali menuduh para Mujahidin yang berjuang demi menegakkan dan meninggikkan Kalimatulloh dengan tuduhan yang berlebihan.
Padahal Masyayikh Rujukkan kalian seperti Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Al-Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz (Syaikh Ibnu Baaz) Rahimahulloh dalam Kitabnya Fadhlul Jihad Wal Mujahidin, Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Al-Julayyil Hafidzhahulloh bukan Al-Jalil namanya dalam Kitabnya At-Tarbiyyah Al-Jihadiyyah fii ’Dlaul Al-Kitab was Sunnah, Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Al-Mujahid Abu ’Abdullah Hamuud bin ’Uqla Asy-’Syu’aiby Rahimahulloh dalam Kitabnya Al-Qoul Al-Mukhtar Fie Hukmi Al-Isti’anah bi Al-Kuffar, Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Al-Mujahid Husain Mahmud Rahimahulloh dalam Kitabnya Naqdul Muntaqidin wa Sadzajatul Mujahidin serta Masyayikh lainnya adalah sangat mendukung perjuangan para Mujahidin. Apakah sikap kalian sebagai pengaku murid-murid mereka atau mengambil rujukkan dari mereka tetapi gampang sekali mengatakan terhadap para Mujahidin di manapun yang menegakkan dan meninggikkan Kalimat Tauhid dengan tuduhan atau kata-kata keji seperti Terorisme (Al-Irhab), Khawarij, Takfiriyyun, dll yang tidak seharusnya dikatakan oleh seorang Muslim sebelum bersikap Ta’bayun dan Tasabbut.
Wahai kalian yang mengaku pengikut salaf bacalah dan milikilah Kitab-kitab ulama tersebut dan amalkanlah, semoga Alloh berikan Taufiq dan Hidayah dalam meniti Manhaj yang Haq bukan yang Bathil yang dimurkai Alloh. Janganlah kalian bersikap seperti Ghullatul Murjiah yang aneh bin ajaib dalam memahami masalah Iman, bukankah Iman menurut Ahlussunnah wal Jama’ah dalam hal ini juga termasuk Salafush Shalih dan Ulama Rabbani adalah Iman itu Pembenaran di hati, di ucapkan di lisan dan di amalkan dengan anggota badan, kalaupun si fulan tersebut beriman dalam hati dan lisannya lalu kenapa perbuatan (anggota badan) zhahirnya menyalahi hati dan lisannya?, berpikirlah kalian dan mohonlah hidayah dan petunjuk Alloh Rabbul ’Izzati, yang anehnya subhat yang menjadi hujjah palsunya kalian adalah bahwa hak Takfir adalah hak Ulama, ini adalah merupakan kebohongan/kedustaan dan kepalsuan yang tidak pernah mereka bisa membuktikan dengan dalil dari Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah, walaupun dari ulama manapun yang mereka klaim, jika satu dalilpun dan perkataan ulama manapun tidak pernah menyatakan hak Takfir itu hak Ulama, lalu kenapa kalian ” Wahai para Murjiah yang berkedok Salafi/Salafiyyun, kenapa kalian berani dan lantang mendahului Alloh dan Rasul dan para pewarisnya (Ulama)? ”. Silakan kalian periksa dan pahamilah QS. Al-Mumtahanah: 4 dan Kitab-kitab A’immatud Da’wah Tauhid semisal, Al-Imam Al-Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi Rahimahulloh, Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh, dll.
Dan ingatlah yang mengaku Salafi/Salafiyyun sungguh kami beserta ikhwah kami telah Bara’ (berlepas diri) terhadap Thaghut Nasional dan Internasional yakni PBB dan sekutunya, apakah kalian masih bilang Negara manapun yang pemimpinya beragama Islam, Mayoritas umat beragama Islam, ada Adzan di mana-mana sebagai Negara Islam dan harus kita ta’at, sungguh wahai pengaku pengikut Salafi/Salafiyyun kalian telah mendahului hukum Alloh dan Rasulnya, apakah kalian tidak paham isi kandungan dari QS. Al-Ma’idah: 44 yang menerangkan bahwa status Negara yang tidak berhukum dengan Hukum Alloh yakni Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasululloh adalah status Negara itu Kafir bukan Negara Islam?, dan Negara itu yang tidak bersumber dengan Kitabulloh dan As-Sunnah adalah Negara Ridah Wajib Negara itu dijatuhkan dan digantikan Pemerintahan dengan yang menjalankan Hukum Alloh yakni Kitabulloh Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasululloh yang mulia.
Ingatlah bahwasannya kalian mengaku dan mengambil rujukkan kepada Syaikh Ibnu Baaz dan Ulama Al-Lajnah Ad-Da’imah, padahal mereka semua telah berfatwa, Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Al-Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz (Syaikh Ibnu Baaz) Rahimahulloh – semoga Alloh memaafkan kesalahan beliau dan mengampuni dosanya serta mengumpulkannya ke dalam Jannah (Syurga-Nya) – beliau berkata: ”Bahwa setiap Negara yang tidak berhukum dengan Syari’at Alloh dan tidak tunduk kepada hukum Alloh serta tidak ridho dengannya, maka ia adalah Negara Jahiliyyah, Kafir dzalim, Fasiq dengan penegasan ayat-ayat yang muhkam, Wajib atas orang Islam membenci Negara itu dan memusuhinya karena Alloh, serta Haram atas mereka mencintai dan loyal kepadanya, sampai ia beriman kepada Alloh saja dan menerapkan Syari’at-Nya ”. (Lihat Kitab Naqdul Qaumiyyah Al-Arabiyyah 51 dan Kitab Majmu wa Maqaalat Mutanawi’ah I/309).
Sedangkan Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (Syaikh Ibnu Al-Fauzan) Hafidzhahulloh menjelaskan: ” Yang di maksud Negeri Islam adalah Negeri yang dipimpin oleh Pemerintahan yang menerapkan Syari’at Islam, bukan Negeri yang di dalamnya banyak kaum Muslimin, dan dipimpin oleh Pemerintahan yang menerapkan bukan Syari’at Islam, Negeri seperti ini bukanlah Negeri Islam ”. (Lihat Kitab Al-Muntaqaa min Fatwa Fadhilatush Syaikh Shalih Al-Fauzan II/254). Dan para Ulama yang tergabung di dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah ketika ditanya tentang Negara yang dihuni oleh Mayoritas kaum Muslimin tetapi tidak berhukum dengan hukum Islam mengatakan: ” Apabila Pemerintahan itu berhukum dengan selain apa yang diturunkan Alloh, maka itu bukan Pemerintahan Islam ”. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah I/789 No. 7796).
Apakah kalian masih menipu kaum muslimin dengan berdalih yang aneh-aneh dan merusak/merubah ataupun mengusik Fatwa-fatwa para Ulama Rabbani tersebut yang mereka paling Tsiqoh (terpercaya) ilmunya dibandingkan dengan kalian sungguh dimanakah akal kalian yang mengaku berilmu!, apakah cuma kalian ngaku doang paling benar dan harus diikuti bukan pendapat Rasululloh!!, ingatlah perkataan Shahabat Ibnu ’Abbas Ridwanulloh ’Azmain beliau berkata: ” Barangsiapa ingkar terhadap apa yang diturunkan Alloh maka dia telah kafir, dan Barangsiapa menyetujui dan tidak memutuskan perkara (dengan apa yang diturunkan Alloh) maka dia dzalim lagi fasiq ”. Inilah perkataan yang mulia dari Ibnu ’Abbas Ridwanulloh ’Azmain, Pahamilah wahai kalian yang bekedok Salafi/Salafiyyun, dan ingatlah Ayat Alloh dalam QS. Al-Ma’idah:44 yang artinya: ” Barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Alloh, Maka mereka adalah orang-orang Kafir ”.
Dan kami mengingatkan kembali mintalah ampunlah kalian kepada Alloh agar kalian diberikan petunjuk dan hidayah Alloh. Semoga kalian tidak asal mengaku-ngaku murid Syaikh fulan, fulan dan fulan tanpa bukti sebab pengakuan tanpa ada bukti adalah omong kosong, maka oleh karena itu janganlah kalian mengaku-ngaku murid Syaikh fulan, fulan dan fulan tetapi hanya pengakuan tanpa bukti dan hanya omong kosong belaka!!,
Bahwasannya kelompok yang mengaku Salafi/Salafiyyun sangat anti sekali terhadap yang namanya Organisasi/Tandzim Islam dan Harakah padahal Masyayikh rujukkan merekapun bertandzim dan berharakah seperti Al-Allamah Fadhilatush Syaikh DR. Abdur Razzaq ‘Afifiy Rahimahulloh (Wakil Ketua Al-Lajnah Ad-Dai’mah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-‘Ifta’, KSA semasa Al-Imam Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ibnu Baaz Rahimahulloh, Anggota Ha’iah Kibarul Ulama, Kerajaan Saudi Arabia ) yang otoritas ilmu di akui dunia dan beliau disana sebagai anggota senior Tandzim Harakah Jama’ah Anshaar al-Sunnah al-Muhammadiyyah- di Mesir, Salah satu Harakah dan Tandzim terbesar di dunia yang telah memilki banyak cabang di berbagai negara, pertama kali didirikan oleh Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Muhammad Hamid al-Faqiy Rahimahulloh, maka oleh karena itu Alhamdulillah merebaknya Harakah ( Gerakan ) yang peduli terhadap umat Islam dan berjuang meninggikan Kalimatulloh harusnya mereka di dukung bukan dilecehkan atau divonis sesat atau Hijbiyyun?, padahal Masyayikh rujukkan kalian adalah bertandzim dan berharakah, bukankah Tandzim dan Harakah itu Sunnah bukan Bid’ah?.
Bukankah Tandzim dan Harakah itu adalah sebagai wasilah untuk berjuang menegakkan Kalimatulloh (Syari’at Allah secara kaaffah). Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad SAW ini bersabda: “ …. Perlindungan Alloh ada dalam persatuan (jama’ah). Barangsiapa yang mengasingkan diri (dari Jama’ah), berarti ia mengasingkan diri (dari Jama’ah), berarti ia mengasingkan dirinya keneraka “. (HR. Tirmidzi). “…. Sesungguhnya Serigala itu hanya akan memakan kambing yang terpisah dari habitatya “. (HR. Hakim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad). sesungguhnya kalau sebuah Tandzim dan Harakah ada kesalahan atau kekurangan harusnya kalian menasehati bukan hanya menuduh tanpa bukti yang jelas belum keterangannya.
Alhamdulillah merebaknya di Indonesia Harakah Islam seperti Tandzim An-Najat, Jakarta, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Tandzim Jama’ah Anshorud Tauhid Was Sunnah, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI), dan lain-lain harusnya kita dukung bukan dicela dan dihina, bukankah Alloh telah berfirman: ” …dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan Taqwa…”. (QS. Al-Ma’idah (5): 2) dan Nabi bersabda: ” Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslim, berarti dia bukan golongan mereka ”. (HR. Thabrani).
Oleh selanjutnya marilah kita rapatkan barisan (ukhuwah islamiyyah) waupun kita berbeda dalam Tandzim dan Harakah dalam memerangi Thoghut Nasional maupun Internasional yang mereka sangat dimusuhi Alloh, dan jadikanlah perbedaan dalam semua urusan hanya milik Alloh yang patut untuk disembah bukan terhadap Thoghut, dan musuhilah kaum Kafir dan Munafiq yang memusuhi umat Islam bukan bekerjasama kepada orang kafir dan munafiq serta bekerjasama kepada Thoghut baik Nasional maupun Internasional (PBB) dan sekutunya. Marilah bersama kita berjuang meninggikan Kalimatulloh yang mulia hingga tegak syari’at Allah secara kaffah dan terbentuknya khilafah Islamiyah yang mendunia. Allohu’ Akbar, Wallohu’ Ta’ala A’lam. Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa ‘illaa Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun, Walhamdulillahirobbil Alamien. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.
Maraji’ (Referensi) dan patut untuk dipelajari Umat Islam:
• Al-Qur’an beserta Terjemahannya
• Buku Penjelasan tentang pembatal Keislaman, asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah Al-’Ulwan, Pustaka At-Tibyan
• Buku Vonis Kafir dalam timbangan Islam, asy-Syaikh Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Jibrin, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
• Buku Murtad Karena Hukum, asy-Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz, Kafayeh
• Kitab Al-Ishabah Fii Thalabisy Syahadah, asy-Syaikh Jabir bin Abdul Qayyum As-Sa’idi Asy-Syami
• Kitab Ad-Duruus fii At-Tarbiyyah wa al-Da’wah, asy-Syaikh Maazin bin Abdul Karim Al-Furaim
• Kitab Ashlu Diinil Islam, asy-Syaikh Al-Allamah Ali bin Khudhair al-Khudhair
• Buku Kandungan Laa Illaha illallah Versi Ahlussunnah wal Jama’ah, Al-Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman, Pustaka Atstsuguur
• Kitab Hilyah Thalib al-’ilm, asy-Syaikh Al-Allamah DR. Bakar bin Abdillah Abu Zayd, dll
Abu ihsan
Des 15, 2010 @ 11:08:08
Saudaraku mari kita bersatu dan berukhuwah. Lupakanlah setiap perdebatan yang tak ada ujung pangkalnya karena hanya menghabiskan energi dan waktu kita yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun umat yang maju dan bertauhid. Jangan sampai ilmu agama yang diperoleh hanya menghasilkan kekalutan di tubuh ummat. Kita semua adalah Ahlus sunnah wa jama’ah atau salafi kalau memang kita berittiba’ kepada Rasulullah sesuai dengan pemahaman para salaf tapi ingat waktu telah berganti tentu kondisi dahulu dan sekarang amat berbeda jadi perlu ada ijtihad dari para ulama sesuai dengan kondisi jamannya. Setiap ulama berijtihad tentu ada perbedaan2 pandangan dalam memahami setiap masalah. Jangan karena perbedaan kecil dan tidak prinsip membuat kita berpecah belah. Bahkan perbedaan yang kelihatan besarpun kita harus selalu berhati2 dalam menanggapinya. Jangan sedikitpun di hati kita ada KESOMBONGAN sehingga merasa diri dan kelompok kita yang paling benar, karena itu akan menjauhkan kita dari surga-Nya.Ingat musuh2 kita terus bekerja untuk memecah belah dan menghancurkan kita.Hati2 bisa jadi keterpecahbelahan kita sebagian akibat dari makar mereka mempengaruhi kita supaya benci kepada sesama mukmin.
Yusuf
Jan 02, 2011 @ 22:13:29
Ini postingan yang sama sekali tidak bermanfaat. Heran
Abu Kholis
Jan 03, 2011 @ 17:47:54
Sungguh si Abu Khalid Al Bughury itu penuh pemikiran yg sangat sesat, rancu dan berbahaya dan membanggakan subulud dholl. menabrakkan segala macam dalil dengan spekulasi yg menjurus kepada fikroh pribadi dan golongan dia yg sangat berbahaya
nyata dia ini org yg bodoh, curang, ahli pengkabur dan hasil didikan dari para pendukung hawa nafsu.
dia belum diberi bashiroh tentang al-haq, tetapi dia sepertinya sudah mahir mengobrak-abrik maqom al-haq. korbannya hanyalah orang awwam dan pengikut hawa nafsu
Yusuf
Jan 29, 2011 @ 22:25:39
@ Abu Kholis, perkataan antum seperti Khowarij, terlalu gampang menuduh orang. tapi ana tidak menuduh antum khowarij, ana hanya katakan “seperti”
Ibn Aun
Apr 04, 2011 @ 16:55:24
Silahkan Kunjungi Blog.. http://ibnaun.wordpress.com
Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua
Abu Zaid
Apr 14, 2011 @ 21:41:43
alhamdulillah manfaat banyak
hari
Apr 21, 2011 @ 15:13:20
Jika ikhwan salafi bisa melihat ke dalam perjuangan HASMI, maka mereka melihat kesamaan perjuangan di dalam menegakan sunnah.
Suatu gerakan dakwah tidak cukup dinilai dari satu buku, tanpa melihat buku-buku yang lain.
Kepada ikhwan HASMI diharapkan tidak mendeskriminasikan salafi baik di kajian maupun buku-buku yang diterbitkan.
Rahman azis
Mei 22, 2011 @ 21:53:30
Agama islam
mohammad
Jun 10, 2011 @ 08:31:16
sepenglihatan saya, hasmi sama salafi sama2 aja
cuma bedanya hasmi mengakui klo mereka harokah
salafi g mau padahal udah jelas2 kaya harokah
kajian d ust yazid jawas ajj, g mau yg lain
yg lain begini ,, begini ..
ahh sayamah d salafi ia di hasmi iah
toh manhajnya sama ,, ahlus sunnah jg
makanya kalo g mau d gtuin jgn suka mentahzir orang sembarangan ..
dikit2 mentahzir .. ^.^
Abdullah
Jun 14, 2011 @ 15:57:40
Untuk Ikhwah Hasmi, Jangan terpancing isu murahan kayak gini, Buku MKSS sendiri sudah tidak diterbitkan lagi sejak lama, kita (Hasmi ) juga menyadari buku itu seharusnya tidak diterbitkan ,Jadi kalau buku Itu menyakitkan bagi teman teman salafy, kita MOHON MAAF, mari bersatu (sama sama mengusung sunnah, itupun kalau kalian mau) kalau tidak mau ,hendaknya jangan saling menuduh, Demi Allah ana juga pertama tama ikut kajian Sunnah di Ustadz Abdul Hakim ( wkt itu di Pramuka) juga pernah ikut dauroh Ustadz Yazid, Bukankah kalian tidak mau ditahdzir seperti ustadz ……… mentahdzir ustadz kalian..? walaupun kami sama sekali tidak peduli dengan cacian orang yang mencaci selama kami di atas AL HAQ, sekali lagi pemimpin Hasmi sendiri memandang penerbitan buku itu sebuah “kecelakaan sejarah”
Abdussalam
Jul 06, 2011 @ 06:49:16
Assalaamualaikum. . . saya yg agama nya lemah, ilmu nya pas pasan, bingung mw taqlid kpd siapa. . Org yg brilmu yg shrz y mnjd jembatan mnggapai kbnrn namun trkdg mmprhatin kan, saya hnya brmodal hadist qudsi bhwa (rasulullah shallallahu alaihi wa salam brsbbd ssnggh y allah subhanahu wa ta’ ala brfirman, aq akan mmprlakukan hamba ku ssuai prsangka’n hamba ku trhadap ku.) Maka aq akan tetap brsangka baik kpd allah bhwa insya allah q akan mnemu kan kbnrn, mskipun q awan namun q mrasa kyakinan ku kpd agama allah telah mncapai puncak dan hati ku pun mmbnr kan nya maka hati ku mngumum kan perang kpd anggota tubuh ku agar mncri kbnrn dan mlakukn ap2 yg d printah kan y dan ap2 yg d larang nya. . .d kpd siapa. . Org yg brilmu yg shrz y mnjd jembatan mnggapai kbnrn namun trkdg mmprhatin kan, saya hnya brmodal hadist qudsi bhwa (rasulullah shallallahu alaihi wa salam brsbbd ssnggh y allah subhanahu wa ta’ ala brfirman, aq akan mmprlakukan hamba ku ssuai prsangka’n hamba ku trhadap ku.) Maka aq akan tetap brsangka baik kpd allah bhwa insya allah q akan mnemu kan kbnrn, mskipun q awan namun q mrasa kyakinan ku kpd agama allah telah mncapai puncak dan hati ku pun mmbnr kan nya maka hati ku mngumum kan perang kpd anggota tubuh ku agar mncri kbnrn dan mlakukn ap2 yg d printah kan y dan ap2 yg d larang nya. . .
admin
Agu 04, 2011 @ 09:08:00
Assalamualikum. akh.. mohon minta link audionya diatas agar bisa ana download dan saya denga. yang diatas kok g bisa di download
indo
Agu 22, 2011 @ 15:40:44
Betapa sulitnya mencari 1 golongan yang benar diantara 73 golongan….yang hampir mirip saja di mata orang awam…..masih diperdebatkan
pencari kebenaran
Des 24, 2011 @ 08:44:55
BISMILLAAH..antum semua jangan seperti itu. ana sebagai orang awam tambah bingung, pusing, tambah tidak tentu arah, gak tau harus pilih yang mana… gak kasihan sama ana…?
joko
Jan 30, 2012 @ 14:58:40
HASMI MAJU TERUS,,DEMI TERBENTUK NYA MASYARAKAT ISLAMI,,masyarakat yg patuh terhadap norma2 islam,,jangan pernah gentar,,aku lah pendukung mu,,
asa
Jan 30, 2012 @ 15:24:51
hasmi
Abu Abdillah
Feb 14, 2012 @ 20:58:16
Postingan ini sungguh sudah sangat basi, tidak layak publish, maka kepada admin hendaknya postingan ini dihapus saja, karena hanya memalukan antum dan golongan antum sendiri….
Hanafi
Mar 03, 2012 @ 22:43:20
Saya mendapat 1 fakta dari pengalaman saya mengikuti ifthar jama’i bersama HASMI Bogor pd bln Ramadhan 1428 H lalu. Saat itu salah seorang pengurus inti HASMI menyebut Radio Rodja berpaham Murji’ah. Pd acara tsb, beliau hny menyebutkan pernyataan tsb tanpa mengemukakan dasar-dasar klaim tsb. Saya pikir krn saat itu bukan acara kajian pembahasan paham Murji’ah. Utk mengecek klaim tsb, kemudian saya perhatikan materi-materi Radio Rodja terutama yg terkait dg bab Iman selama sktr 4 thn ini. Ternyata tdk saya temukan adanya kecocokan dakwah antara Murji’ah dg Radio Rodja terutama dlm masalah Iman. Padahal telah jelas bhw alasan paling mendasar knp Murji’ah dikeluarkan dari Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adlh krn perbedaan mereka dlm masalah Iman. Dari pengalaman tsb saya kembali ingat bhw tdk ada yg ma’shum kecuali Rasulullah. Ada kalanya seseorang salah dlm hidupnya. Apalagi pd zaman ini dimana syubhat itu sangat ganas menyerang hati kita yg lemah. Marilah kita saling menjaga. Jika ada di antara kita, baik seseorang atau sekelompok orang, keliru dlm i’tiqad, perkataan ataupun perbuatan, wajiblah bagi yg mengetahui kekeliruan tsb utk meluruskannya. Wallahu musta’an
Salman
Mar 09, 2012 @ 01:27:08
assalamualykum .. alhamdulillah ana hasmi.. buat hasmi maju terus.. Allohu akbar ya hasmi Allohu akbar…
Ibnu anwar
Mei 29, 2012 @ 08:21:34
Bismillaah,
‘afwan akhi, filenya nda bsa ddownload. ‘afwan jiddan apa bsa dikirim ke email ana..?? Jazaakumullohu khoiron
imran
Okt 28, 2012 @ 12:30:26
g bisa di download….ad cara yang lain g?????? plis
humaira
Nov 14, 2012 @ 15:45:31
Hanya Alloh yang tau, Tapi saya banyak mendapatkan ilmu syarii dari radio Rodja dan ustad-ustadnya, tidak ada nasyid
bersih dari hal-hal haramnya, apalagi TV nya lumayan bermanfaat